Mengapa Warna Rambut Berbeda-Beda?



Setiap makhluk hidup memiliki warna rambut yang berbeda-beda, khususnya manusia. Ada yang hitam, ada yang pirang, ada yang merah, oranye, putih, dan sebagainya.

Eh, ini maksudnya rambut asli , lo. Bukan rambut yang sudah dicat. Nah, warna alami rambut kita itu bergantung dari jenis, ukuran, dan jumlah melanin (pigmen warna) di dalam tubuh kita. Nah, melanin kita itu terdiri dari:

1. Eumelanin hitam  (warnanya sangat pekat) dan eumelanin cokelat (warnanya lebih muda dari yang hitam).
2. Pheomelanin,  warna pucat (inilah yang menyebabkan warna rambut dikatakan pirang)

Rambut Hitam
Punya paling banyak eumelanin dibandingkan warna rambut lainnya sehingga kita agak sulit kalau ingin mengubah warna rambut hitam menjadi lebih terang.

Rambut Pirang
Warna rambut yang timbul karena kurangnya pigmen eumelanin. Dan biasanya, orang yang rambutnya pirang, ayah atau ibunya pasti berambut pirang.
Tetapi, kalau tak ada gen atau keturunan secara genetis yang menyebabkan rambut seseorang pirang, maka ia bisa disebut albino.
 
Rambut Merah
memiliki lebih banyak Pheomelanin  dibandingkan Eumelanin.  Nah, kalau jenis rambut ini masih bisa diubah-ubah warnanya dengan pewarna rambut lainnya dan hasilnya pun akan terlihat lebih nyata.

Rambut Cokelat
Selain memiliki banyak Eumelanin , rambut cokelat juga memiliki Pheomelanin  yang membuat warnanya tidak sekuat warna rambut hitam.

Nah, rambut asli orang Indonesia pada umumnya memiliki warna hitam atau gelap karena memiliki kandungan kadar melanin yang lebih tinggi.
Begitulah penjelesannya mengapa rambut kita warnanya bisa beda-beda. Semoga kamu mengerti, ya.

 Sumber : http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Dari-Nesi/Sekitar-Kita/Sains/Mengapa-Warna-Rabut-Berbeda-beda

Kamus Manta Harry Potter

A
Alohomora : membuka pintu
Alerte Ascendare : melompat/mengeluarkan suatu objek
Anapneo : melepaskan sesuatu yg menjadi penghalang
Avis : membuat lingkaran burung
Apparecium : membuat tulisan yg tersembunyi agar muncul
Aguamenti : mengahsilkan air
Araniaexumai : menerkam laba laba
Aresto Momentum : Untuk memperlambat waktu pada satu kejadian
Avada kedavra : membunuh seseorang (yg terkena langsung mati)

B
Bambarda : meledakkan sesuatu

C
Cave inimicum : kekuatan untuk bertahan dari musuh
Crucio : menyiksa sesorang yang bisa membuat org tsb gila
Confundo : menghipnotis / membuat seseorang menjadi bingung
Confringo : membakar sesuatu
Colloportus : menutup pintu

D
Diffindo : memisahkan / merobek benda
Densaugeo : membuat gigi menjadi besar
Descendo : menurunkan benda agar datang kearah kita
Dissendium : membuka pintu gerbang
Defodio : to goug
Deprimo : membuat lubang
Duro : membuat sesuatu keras seperti batu
Deletrius : mengahapus jejak mantra sebelumnya

E
Evanesco : membuat target jadi menghilang
Expelliarmus : melucutkan senjata lawan
Expecto patronum : menghasilkan patronus untuk mengusir dementor
Engorgio : membesarkan suatu benda
Erecto : mendirikan tenda / benda lainnya
Expluso : meledakkan target
Episkey : menyembuhkan sesuatu yg terluka
Ennervate : membuka mata seseorang yg terpejam

F
Ferula : membebat sesuatu dengan perban
Fidelius : Mantra persembunyian rahasia
Flagrate : memunculkan api untuk membentuk tulisan
Furnunculus : memunculkan bisul
Finite Incantem : menghancurkan mantra yg diucapkan sesorang dan mengahncurkan efeknya juga
Fiendfyre : Api berbahaya, tak terkendali dan sangat kuat yang dapat mengambil bentuk binatang seperti ular, Chimera, dan naga.


G
Geminio : membuat tiruan barang
Glisseo : memiringkan / membuat miring sesuatu

H
Homenum Revelio : mendeteksi adanya bahaya

I
Incendio : menghasilkan api
Imperio : membuat orang mengikuti keinginan kita
Impedimenta : membuat benda bergerak lambat
Impervius : membuat sesuatu jadi anti air
Incarcerous : memunculkan tali
Immobilus : mendiamkan benda yang bergerak

L
Lumos : menghasilkan cahaya dari tongkat sihir
Langlock : membuat lidah lawan menempel di langit2 dan tidak bisa bicara
Levicorpus : menggantung orang terbalik
Liberacorpus : penolak levicorpus
Locomotor : mengangkat sesuatu
Locomotor mortis : membuat kaki jadi menyatu / terkunci
Legillimen : masuk ke pikiran orang

M
Muffliato : membuat telinga orang disekitar kita berdengung sehingga tidak bisa nguping pembicaraan
Mobilicorpus : membuat benda bergerak
Morsmodre : mengukir tanda kegelapan di langit

N
Nox : memadamkan cahaya dari tongkat sihir

O
Obliviate : menghapus ingatan orang
Occlumen : menutup pikiran agar tak dapat dimasuki orang
Oppugno :menyuruh / menerbangkan burung kearah lawan
Orchideus : memunculkan bunga anggrek

P
Protego : membuat perintang / mantra perintang
Petrificus totallus : membuat tubuh menjadi kaku
Portus : membuat portkey
Prior incantato : memngetahui sihir terakhir yg dilakukan tongkat

R
Riddikulus : mengubah boggart
Reparo : memperbaiki yg rusak
Reduio : mengecilkan sesuatu
Reducto : memblokir/menghancurkan sesuatu
Rectusempra : membuat orang menajdi ketawa tak terkendali
Repello Muggletum : mantra perlindungan agar tak terdeteksi muggle
Relashio : melempar orang kebelakang

S
Stupefy : mantra bius
Silencio : membuat suara jadi hilang
Sectusempra : memotong sesuatu
Salvio hexia : mantra perlindungan
Speciallis revelio : mengetahui kejadian sebelumnya yg dialami dari suatu benda
Sonorus : memperbesar suara
Serpensortia : Memunculkan ular dari tongkatnya pemantera mantra itu.


T
Tergeo : menghapus / menghialngkan sesuatu
Tarantalegra : membuat orang terus menari

V
Vera verto : mengubah makhluk hidup menjadi benda lain

W
Wingardium Laviosa : menerbangkan sesuatu
Waddiwasi : memindahkan sesuatu ke tempat yang diinginkan

 Sumber : https://id-id.facebook.com/notes/dinie-nuraga/kamus-mantra-harry-potter-dari-sekolah-tinggi-ilmu-sihir-hogwarts/10150715694433675

Asal Kata "Abrakadabra"

Kutukan Avada Kedavra berasal dari frasa dalam bahasa Timur Tengah kuno yang disebut Aramaic. Frasa itu, abhaddakedabhabra, yang berarti "lenyaplah seperti kata ini", dipergunakan penyihir kuno untuk mengenyahkan penyakit.

Quintus Serenus Sammonicus, dokter Romawi yang hidup pada tahun 200 M, menggunakannya sebagai mantra untuk mengusir demam. Menurut resepnya itu, kata itu harus ditulis sebelas kali di kertas, dengan huruf "dilenyapkan: setiap kalinya :

A - B - R - A - K - A - D - A - B - R - A
A - B - R - A - K - A - D - A - B - R
A - B - R - A - K - A - D - A - B
A - B - R - A - K - A - D - A
A - B - R - A - K - A - D
A - B - R - A - K - A
A - B - R - A - K
A - B - R - A
A - B - R
A - B
A

Kertas itu harus diikat di leher pasien dengan benang jerami selama 9 hari, kemudian dilemparkan lewat bahu ke sungai yang mengalir ke arah timur. Saat air sungai menghanyutkan kata-kata itu, demamnya akan hilang.

VERSI LAIN

Istilah tukang sulap “Abrakadabra” berasal dari kata Yunani “Abraxas”. Sekte Gnostik di abad ke-2 memercayai Yesus Kristus berasal dari Abraxas dan hidup sebagai hantu di bumi.

Kata Gnostik sendiri berasal dari bahasa Yunani, gnosis, yang artinya pengetahuan. Gnostisme merupakan sistem agama dualisme: percaya bahwa gabungan kekuatan yang sama antara baik dan jahat menguasai dunia.

Beberapa penganut Gnostik percaya, dunia materi diperintah oleh Tuhan yang menciptakannya, yaitu “Rex Mundi” [Raja Dunia] yang jahat. Sedangkan dunia spiritual dipimpin oleh Tuhan yang dianggap baik.

Kata Abraxas atau Abrasax atau Abracax diukir pada sebuah batu yang digunakan sebagai jimat oleh pengikut sekte Gnostik. Batu tersebut oleh orang Mesir dianggap sebagai dewa sekaligus setan. Pada abad kedua, salah satu sekte Gnostik, yaitu kelompok Basilideans, memakai istilah Abraxas — yang juga dipercaya sebagai asal-muasal mantra para pesulap “Abrakadabra”.

Sumber : http://www.thecrowdvoice.com/post/hati-hati-mantra-abrakadabra-beneran-lho-1331057.html

Puisi Kehidupan, Karya Chairil Anwar

PUISI KEHIDUPAN

Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku
Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah

Krawang-Bekasi, Karya Chairil Anwar

Krawang – Bekasi
Karya: Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Movie Review: The Great Gatsby (2013)

“Reserving judgments is a matter of infinite hope”
Mari membuka review ini dengan tidak membahas betapa terkenalnya novel yang menjadi pondasi film ini, The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald, yang sudah menjadi sebuah informasi yang umum. Yang lebih menarik justru makna dari kalimat diatas, salah satu kutipan favorit saya dari novel tersebut yang juga menjadi pesan utama yang ingin disampaikan film ini, dimana berasal dari sebuah keraguan yang berpadu dengan kesabaran, lahirlah kesempatan yang memberikan ruang untuk hadirnya sebuah kebahagiaan.

Semua berawal dari Nick Carraway (Tobey Maguire), seorang pria lulusan Yale yang akibat diagnosis yang ia terima sebagai pecandu alkohol justru memperoleh sebuah aktifitas baru, menuliskan sebuah cerita yang berisikan pengalaman hidupnya yang ia anggap paling berkesan. Tapi, bukannya menuliskan kisah yang menceritakan dirinya sebagai tokoh utama, Nick justru menuliskan kisah ketika ia pindah ke New York, bertemu dengan sepupunya bernama Daisy Buchanan (Carey Mulligan), Tom Buchanan (Joel Edgerton), suami Daisy, yang juga mempertemukannya dengan sahabat Daisy, Jordan Baker (Elizabeth Debicki).

Menjual obligasi, bertemu kerabat, namun rasa ingin tahu Nick justru terperangkap pada sebuah rumah megah tepat disamping rumah yang baru ia beli. Pemiliknya adalah Jay Gatsby (Leonardo DiCaprio), pria kaya raya dan misterius, sosok yang diyakini punya harta melimpah yang dapat membeli seluruh kota. Suatu ketika Nick diundang ke pesta besar yang selalu diselenggarakan Gatsby, yang anehnya belum pernah memakai sistem undangan dimana semua orang bebas untuk hadir. Ternyata ada motif terselubung dibalik atensi Gatsby kepada Nick, membakar kembali api asmaranya yang pernah padam dengan cara yang elegan, yang celakanya terjadi dengan sepupu Nick.

Yang pertama harus anda waspadai adalah Baz Luhrmann, dimana bagi mereka yang pernah menyaksikan Moulin Rouge!, atau bahkan yang paling terkenal Romeo + Juliet, apa yang diberikan oleh Luhrmann mungkin tidak akan memberikan efek mengejutkan. Ya, Luhrmann masih hadir dengan “cara” yang ia punya, out of the box tanpa perduli dengan sinkronisasi jaman dan cerita pada elemen teknis, bergerak bebas dengan totalitas tinggi penuh rasa percaya diri. Mempermudah proses pengenalan Jazz Age dengan mengunakan musik hip-hop modern, setting pesta yang megah penuh warna-warni memanjakan mata, namun anehnya tidak menciptakan rasa terganggu pada penonton yang justru menjadikan proses pengenalan itu menjadi efektif.

Hal yang semakin menambah rasa kagum pada Luhrmann adalah meskipun ia mengubah cerita itu menjadi sebuah puisi teatrikal bernafaskan fantasi yang penuh warna, disisi lain Luhrmann  tidak mengkhianati dasar yang ia miliki, meskipun akan bersifat subjektif jika berbicara tentang keterkaitannya dengan esensi utama yang ingin disampaikan oleh F. Scott Fitzgerald dalam novelnya. Ada kisah cinta elegan dan terhormat yang dingin dan penuh rasa ragu, ada unsur ekonomi yang digambarkan dengan baik melalui visual antara si kaya dan si miskin, hingga konsekuensi atas harapan yang tidak dibungkus kokoh dengan sebuah ketegasan. Hal-hal tadi tersampaikan dengan baik, meskipun menggunakan cara implisit.

Yak, secara implisit namun mudah dimengerti, semua berkat keberhasilan Luhrmann membangun cerita ditahap awal. Pelan, sabar, dan disertai beberapa kejutan, ia seperti mencoba mengajak penontonnya untuk bersama-sama masuk kedalam proses penciptaan dunia Gatsby, sehingga anda seperti merasa menjadi salah satu karakter dalam cerita yang ikut mendampingi Nick mengamati perjuangan cinta tersebut. Ini berhasil, terlebih karena sosok Gatsby diawal cerita yang digambarkan penuh misteri, dibantu hiruk-pikuk pesta yang fantastis dan intens. The Great Gatsby seperti punya nilai positif yang lengkap, narasi yang baik, visual yang manis, dan keberhasilan Luhrmann dalam mengolah semua ide yang ia punya menjadi komponen yang membentuk satu kesatuan yang solid.


Tapi The Great Gatsby itu seperti dua dunia yang dalam satu cerita. Ketika pesta itu usai, anda kemudian akan masuk kedalam dunia cerita yang jauh lebih serius dan lebih gelap. Sebenarnya ini adalah keputusan yang menarik dari Luhrmann, seolah ia ingin membuat anda merasakan bahagia penuh tawa di paruh awal dengan tujuan utama agar anda dapat semakin merasakan dalamnya kesedihan yang akan ia hadirkan selanjutnya. Sayang sekali keputusan tersebut justru menodai kesuksesan yang telah ia ciptakan sebelumnya, karena keinginan tersebut tidak semua berhasil bekerja dengan baik.

Sumbernya adalah ketika misteri dari Gatsby telah terkuak, ia masuk kedalam cerita, namun celakanya DiCaprio gagal merebut posisi terdepan sebagai fokus utama cerita. Dampaknya sangat besar, terlebih pada kisah asmara yang coba ia bangun bersama Mulligan, dimana kisah tersebut tidak mampu menggeser daya tarik dari hubungan Gatsby dan Nick yang telah tercipta sejak awal, terlebih karena daya tarik Nick sendiri yang terjaga dengan baik. Dua karakter utama seperti mulai kehilangan nyawa mereka, hampa kekurangan energi, yang meskipun tidak menjadikan saya merasa sebal namun perlahan mulai merasa lelah karena ketidakmampuan mereka hadir menarik ditengah cerita yang memang sengaja dibuat berputar-putar.

Nilai minus tadi juga merupakan efek domino dari keputusan Luhrmann dan Craig Pearce untuk memberikan kesempatan pada narasi dari Nick untuk secara dominan hadir, menyampaikan kepada penontonnya apa yang karakter rasakan. Cukup membantu memang, namun itu menjadi rusak ketika ia muncul di momen penuh emosional. Jika dalam novel anda menyerap kata demi kata untuk mendapatkan feel maksimal, dalam film anda menggantinya dengan proses pengamatan visual. Narasi tadi merusak proses tersebut, dampaknya tentu pada tingkat kepedulian saya pada karakter. Unsur romance dapat saya rasakan, namun terasa terlalu dangkal jika dibandingkan kegigihan yang ditunjukkan oleh Tom.

Jajaran cast jika ditilik sebagai sebuah tim memberikan kinerja yang memuaskan. Ini hasil dari kemampuan mereka secara individu menaikkan daya tarik karakter mereka walau untuk sesaat. Duo karakter utama di menangkan oleh DiCaprio, dimana ia mampu menjaga rasa ragu itu tetap hidup hingga akhir. Mulligan bermain ciamik, menjadikan karakternya yang rapuh dan kosong menjadi objek yang menarik. Maguire dan Edgerton adalah yang paling stabil, Edgerton dalam menjaga daya tarik Tom, dan Maguire sukses menjalankan cerita yang bahkan dibeberapa bagian mampu hadir diposisi terdepan. Jason Clarke dan Isla Fisher berhasil memanfaatkan durasi singkat yang mereka punya. Dan, Elizabeth Debicki, scene stealer yang selalu menarik perhatian, sangat hidup ketika pesta namun mampu menciptakan keheningan ketika ia diam.   


Overall, The Great Gatsby adalah film yang memuaskan. Luhrmann menciptakan dua dunia, sedikit free diawal, dan serius diakhir. Sebuah misteri berjalan bersama pesta penuh warna dengan tampilan visual 3D yang mengasyikkan diawal, full of fun, berhasil. Kisah asmara di paruh kedua, menarik namun tidak maksimal. Pesan utamanya tersampaikan dengan baik, namun perjuangan cinta itu terasa kurang intens akibat permainan emosi yang terasa terlalu dangkal. A satisfied movie, not bad, not great. Well done old sport.

 Sumber : http://rorypnm.blogspot.com/2013/05/movie-review-great-gatsby-2013.html
 

Asal Mula Keyboard "QWERTY"

Tahukah anda mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer hingga handphone kita berupa “QWERTYUIOP” dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti “ABCDEFGH” dan seterusnya? Mungkin sebagian dari anda sudah tahu ceritanya, tetapi kalau anda belum tahu beginilah ceritanya.

Hal ini berkaitan dengan sejarah mesin ketik yang ditemukan lebih dulu oleh Christopher Latham Sholes (1868).

Saat menciptakan mesin ketik prototype sebelumnya, malah sangat memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat. Terlalu cepatnya kemungkinan dalam mengetik tersebut, sampai- sampai sering timbul masalah pada saat itu. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan karena batang-batang itu saling mengait (jamming).

Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan itu demikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya jelas, untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya.
Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).

Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini. Sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.

Secara penelitian saat itu, susunan DVORAK memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya DVORAK harus tunduk karena dominasi QWERTY yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko rush apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK. Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard Dvorak sebagai versi “alternatif” di sekitar Tahun 1970.

Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia, QZERTY, dll.

Manusia adalah mahluk yang setia dengan kebiasaan. Ini merupakan salah satu sifat dasar manusia. “Kita sudah terbiasa dengan keyboard QWERTY dan itu sebabnya desain seperti itu terus dipertahankan,” kata Robert L. Goldberg, profesor di Universitas California.(yc/dhammacitta.org)

 Sumber : http://www.beritaunik.net/techno/asal-muasal-susunan-keyboard-qwerty.html