Pembelajaran Etika dari Situs Budaya

Mari bersama-sama menjaga pusaka luhur nenek moyang kita.

Pembelajaran Etika dari Situs BudayaCandi Kidal di Tumpang, Malang. (Aryasatya/Fotokita.net)
 
Menarik untuk dikaji saat berkunjung ke situs Candi Jiwa dan Candi Blandongan adalah tulisan "Dilarang Naik" yang diterakan pada salah satu anak tangga di candi-candi ini.
"Walau ditulis seperti ini, terkadang masih ada yang nekat ke atas. Hanya untuk melihat bagaimana pemandangan dari puncak," ungkap Abdurahman, Juru Pelihara Situs Lempeng dengan prihatin saat berbincang dengan awak National Geographic Indonesia akhir pekan lalu.
Padahal, ungkapnya, larangan ini bukannya tanpa alasan. Konstruksi candi masih harus diperkuat agar tidak ambles lagi. Di sisi lain, bata atau bagian candi yang tidak utuh lagi perlu dibuatkan penggantinya, agar dapat menopang dan berfungsi sempurna. Sambil mengerjakan proses ini, bila ditambahkan beban berlebih (diinjak dengan kaki), dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan.
Gambaran tentang kondisi ini dapat ditilik contohnya pada pengelolaan salah satu warisan UNESCO, Taj Mahal di Agra, India. Ditengarai bahwa setiap tahunnya, fisik bangunan mengalami ambles beberapa milimeter. Antisipasi yang dilakukan, antara lain, adalah melarang tamu mengenakan alas kaki saat bertamu ke sana.
india,taj mahalTaj Mahal, India (Thinkstockphoto)
Jadi, Anda akan diminta membuka alas kaki dan menyimpannya di rak. Kaos kaki tetap dibolehkan. Bila kunjungan diurus biro travel, tiket yang dibayarkan biasanya sudah termasuk alas kaki plastik untuk dikenakan saat berjalan-jalan dalam kompleks Taj Mahal.
Atau, bila ingin lebih "bergaya", dapat menyewa sepatu beludru. Bentuknya mirip pembungkus kaki dan tangan pada bayi yang baru lahir. Tentu saja, Anda dikenakan biaya tertentu.
Benang merahnya: sementara pihak pengelola berupaya melakukan pemugaran, mari kita bersama-sama membangun kesadaran etika untuk turut melestarikan situs budaya dan arkeologi. Tak terkecuali langkah kecil untuk mematuhi aturan yang telah ditulis di situs.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/09/pembelajaran-etika-dari-situs-budaya

Taj Mahal: Benarkah Dibangun Karena Rasa Bersalah?

Apakah Taj Mahal monumen untuk cinta atau monumen untuk pembunuhan?

Taj Mahal: Benarkah Dibangun Karena Rasa Bersalah?Taj Mahal, India (Thinkstockphoto)
Istana marmer putih Taj Mahal kerap disebut sebagai salah satu keajaiban dunia. Bangunan itu didirikan oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia saat melahirkan. Tetapi sebuah drama yang baru saja dipentaskan di India mengindikasikan bahwa ada motif lain di balik pembangunan Taj Mahal.
Mungkinkah gedung itu dibangun karena rasa bersalah?
"Konflik adalah pendorong dalam naskah saya," kata Dilip Hiro, seorang penulis dan pakar hubungan internasional berbasis di London, kepada BBC. Dalam kisah Taj Mahal, Hiro mengeksplorasi "konflik pada pasangan yang cintanya terukir sebagai sebuah kisah populer."
"Sebagai orang India, saya terkesima oleh Taj. Kisah konvensional di belakangnya adalah cinta abadi Shah Jahan untuk Mumtaz. "Secara sederhana, ini bukan drama tentang kecantikannya, drama ini adalah bagaimana meraih kekuasaan penuh sebagai kaisar."
Hiro pertama kali menulis naskah drama Taj Mahal dalam bahasa Inggris pada 1970-an dengan judul Tale of Taj.
Drama ini pertama kali dipentaskan untuk pertama kalinya dalam bahasa Urdu, sebuah bahasa yang digunakan rakyat India di masa pemerintahan Shah Jahan dan masih digunakan oleh banyak orang India saat ini.
Pecatur hebat
Mumtaz adalah istri ketiga dan istri yang paling disayang Shah Jahan sehingga kisah cinta mereka menjadi legenda. Mumtaz digambarkan sebagai istri yang cantik dan setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ia meninggal saat melahirkan anak ke-14.
"Tapi ada sisi lain yang tidak banyak diketahui, ia bukan istri yang cantik dan setia sama sekali. Ia adalah pecatur yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Shah Jahan, dan dia ambisius serta kejam," kata sutradara M Sayeed Alam dari kelompok teater Delhi Pierrot's Troupe. Para ahli sejarah setuju bahwa perempuan-perempuan kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan.
Kejutan dari drama ini berpusat pada permainan catur dengan taruhan tinggi. Saat itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang suaminya untuk mempertaruhkan takhtanya. Dan ketika sang kaisar kalah, ia pun naik takhta dan mewujudkan ambisinya yang kejam.
Sang kaisar menyadari bahwa ratunya harus dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir dengan jatuhnya Mumtaz dari takhta dan meninggal saat melahirkan.
Namun apakah itu hanya sebuah kecelakaan atau apakah ia didorong?
Drama ini tidak memberikan jawaban pasti bagaimana Mumtaz tewas. Tetapi penonton pergi dengan membawa satu kecurigaan, bahwa mungkin Kaisar Shah Jahan berperan dalam kematiannya.
Jadi, apakah Taj Mahal benar monumen untuk cinta atau monumen untuk pembunuhan?

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/taj-mahal-benarkah-dibangun-karena-rasa-bersalah

Ada Kepedihan di Balik Keanggunan Taj Mahal

Beberapa fakta dan cerita mengenai monumen indah Taj Mahal.

Ada Kepedihan di Balik Keanggunan Taj MahalTaj Mahal, India (Thinkstockphoto)
Sorrow was never more beautiful. Buktinya adalah Taj Mahal di India, yang tersusun dari putih pualam dan patah hati.
Taj Mahal dibangun oleh kekaisaran Mogul di bawah pemerintahan Shah Jahan sebagai makam untuk mengenang istri tercintanya, Ratu Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia ketika melahirkan.
Berikut ini beberapa fakta dan cerita di balik Taj Mahal.
  • Bangunan yang berhiaskan permata ini diselesaikan pada sekitar 1647 dan kota lokasinya di Agra. Inilah monumen yang kemudian dianggap menjadi contoh arsitektur Mogul yang paling mengesankan.
  • Musoleum ini juga telah bertahan dalam penyerbuan kelompok Jat serta penjajah kolonial Inggris, yang saat pemberontakan India 1857 membongkarnya. Kemudian Taj Mahal direstorasi dan dipasang perancah agar terlindungi dari serangan bom di dalam PD II.
  • Meski banyak teori baru-baru ini mengklaim bahwa Taj dirancang bukan sebagai simbol perasaan cinta mendalam, melainkan sebagai peta atas interpretasi Hari Penghakiman versi Sufi, aliran mistik dalam agama Islam.
  • Bangunan Taj Mahal juga tidak terlepas dari perseteruan keluarga, karena tak lama setelah pembangunan selesai, Shah Jahan digulingkan dan dipenjarakan putranya sendiri.Tetapi akhirnya putra tersebut menuntaskan baktinya sebagai anak dengan menguburkan sang ayah di samping Mumtaz.
  • Keindahan Taj Mahal memerlukan 22 tahun untuk rampung. Dalam waktu itu, pembangunannya dikerjakan oleh tak kurang dari 20.000 orang serta 1.000 gajah.
  • Kubah megah setinggi hampir 200 kaki sejatinya adalah sebuah kubah dalam kubah. Bulatan rangka luar lebih besar daripada yang di bagian dalam. Oleh sebab itu, jika eksterior kubah tampak dari dalam, simetrinya akan terlihat tidak sempurna. Lalu ujung pucuk Taj didesain berbentuk seperti bunga teratai.
  • Sarkofagus berornamen yang dipajang bagi para pengunjung Taj Mahal, sebenarnya kosong. Dan makam yang asli ditempatkan di lantai bawah, tersembunyi.
  • Taj dapat dikunjungi selepas gelap, yakni pada malam bulan purnama serta dua hari sebelum dan sesudahnya. Sedangkan pada tiap hari Jumat dan selama Ramadan, musoleum ditutup.
  • Ada seorang penyair India, Rabindranath Tagore, yang melukiskan Taj Mahal sebagai "setetes air mata pada muka sangkala".
  • Namun, Taj kini menghadapi ancaman paling berbahaya: degradasi lingkungan. Taj Mahal berdiri di pinggir sungai Yamuna yang perlahan mengering. Menyusutnya permukaan air dari Sungai Yamuna mempercepat laju pembusukan kayu yang menyangga strukturnya, sehingga dikhawatirkan bisa sewaktu-waktu ambruk.
Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/07/ada-kepedihan-di-balik-keanggunan-taj-mahal

Rokok dan Gadget, Samakah Bahayanya?

Kita masih dibingungkan akan resiko yang didapat dari penggunaan gadget secara berlebihan, khususnya gadget yang selalu menempel pada tubuh manusia.

Rokok dan Gadget, Samakah Bahayanya?Ilustrasi: Manusia modern dalam kesehariannya tidak lepas dari teknologi, khususnya gadget-gadget canggih. Apakah bahaya yang ditimbulkannya sama dengan bahaya mengonsumsi rokok? (thinkstockphoto)
 
Dalam suatu artikel New York Times yang tayang pada hari ini, penulis teknologi Nick Bilton menuliskan sebuah esai tentang perbandingan resiko karsinogenik (penyebab kanker) yang didapat dari penggunaan Apple Watch dan rokok.

Dalam artikel yang berjudul “Could Wearable Computers Be As Harmful As Cigarretes?” tersebut, Bilton mengatakan bahwa penggunaan gadget yang bisa dipakai memiliki resiko mematikan, dan berpotensi menyebabkan kanker, sama halnya dengan resiko yang didapat dari mengonsumsi rokok.
Bilton lantas mengubah artikelnya dengan judul “The Health Concerns in Wearable Tech”. Opini yang ia tuangkan mengenai bahaya wearable gadgets tersebut masih belum akurat dan tidak seharusnya membuat khawatir khalayak banyak, mengingat belum adanya penelitian lebih pasti mengenai hal itu.
Memang, selama ini ilmuwan telah mengevaluasi dampak yang ditimbulkan dari pegaruh radiasi handphone terhadap kesehatan tubuh. Hasilnya, sinyal handphone ternyata tidak memilki sangkut paut sama sekali dalam meninggikan resiko kanker pada tubuh manusia.
Seorang profesor epidemiologi di fakultas kedokteran Albert Einstein College, Gepffrey Kabat, mengatakan bahwa Bilton hanya merujuk pada hasil dugaan terburuk dari penelitian yang telah kami lakukan, sehingga artikelnya hanya berisi peringatan bahaya kanker yang disebabkan dari penggunaan gadget. “Jika Anda mempelajari keseluruhan dari hasil penelitian tentang radiasi sinyal handphone, tidak akan anda temukan data bahwa sinyal handphone dapat menyebabkan kanker,” tutup profesor Kabat.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/03/rokok-dan-gadget-samakah-bahayanya

Cuaca Dingin Pengaruhi Sikap Seseorang, Benarkah?

Simak 4 contoh kejadian yang secara tidak sadar dipengaruhi cuaca dingin yang anda rasakan.

Cuaca Dingin Pengaruhi Sikap Seseorang, Benarkah?Studi: cuaca dingin dapat memengaruhi kondisi psikologis manusia, sehingga secara tidak langsung akan menentukan sikap dan pikiran mereka dalam mengambil keputusan. (thinkstockphoto)
Ilmu sains membenarkan bahwa cuaca dingin memang memengaruhi kondisi psikologis dan keputusan anda untuk melakukan sesuatu.
Berikut adalah contoh peristiwa yang membuktikan bahwa cuaca dingin dapat memengaruhi sikap anda:
1. Efek gaun merah
Para ilmuwan mengatakan, wanita akan cenderung menggunakan pakaian berwarna atau bercorak merah atau pink ketika mereka sedang dalam masa subur. Masa subur adalah masa ketika kecenderungan wanita untuk hamil sangat tinggi, karena pada masa itu sel telur dihasilkan dari ovarium. Merujuk pada fakta tersebut, wanita akan merasa lebih siap untuk bereproduksi, sehingga mereka akan lebih memikat pria dengan menggunakan warna yang dianggap sebagai pembangkit gairah seks tersebut.
2. Pembunuh berdarah dingin
Studi baru membuktikan bahwa suhu ruangan dapat memengaruhi orang untuk menghakimi pelaku kriminalitas.
Orang yang berada pada ruangan atau lingkungan bersuhu dingin akan cenderung menilai pelaku kriminalitas sebagai penjahat dengan kejahatan yang tidak dapat diampuni. Sedangkan orang yang berada di ruangan bersuhu normal atau malah cenderung  panas, akan menganggap para pelaku tindak criminal sebagai pelaku kejahatan yang sifatnya impulsif.
3. Film romantis
Orang-orang akan cenderung menentukan pilihannya pada film-film romantis saat cuaca dingin. Dalam hasil penelitian yang dijelaskan di Journal of Consumer Research, peneliti menunjukkan bahwa saat orang merasakan dingin pada fisiknya, mereka akan cenderung  mencari sesuatu yang hangat secara psikis.
 4. Kreativitas
Ternyata panas dan dinginnya cuaca juga memengaruhi porsi kreatif seseorang. Pada suatu penelitian, ilmuwan menyatakan bahwa partisipan yang menerima secangkir teh hangat dan berada di ruangan yang bersuhu lebih panas akan lebih kreatif dalam menghasilkan gambar, mengelompokkan benda dan mampu memberikan ide kado yang lebih variatif. Sedangkan mereka yang berada dalam kondisi kedinginan akan cenderung lebih baik dalam mengenali metafora, memberikan ide nama menu pasta, dan merencanakan ide abstrak untuk acara tukar kado.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/03/cuaca-dingin-pengaruhi-sikap-seseorang-benarkah

Liburan Sambil Bikin Badan Sehat, Kenapa Nggak?



Wisata sehat menjadi pilihan sebagian orang yang ingin liburan sambil memulihkan kondisi tubuh atau menjaga tubuh agar tetap bugar. Lagipula, liburan memang menjadi momen penyegaran setelah kita penat beraktivitas selama berhari-hari.

Travel Highlight Wisata Sehat akan menyoroti destinasi dan aktivitas apa saja yang membuat traveler semakin sehat. Dari pada ke mal dan belanja atau makan, banyak traveler yang mengisi kegiatan akhir pekan dengan naik sepeda atau outdoor activity yang menantang seperti rafting atau tubing.

Tapi, pemerintah juga pernah membuat penilaian 10 kota tersehat di Indonesia dimana penduduknya, fasilitas kesehatan, faktor lingkungan sangat mendukung untuk hidup sehat warganya. Mungkin Anda tertarik liburan ke sana. Sedangkan untuk produk kesehatan tradisional Indonesia juga punya keunggulan di situ.

Liburan bertema wellness yang menargetkan kesehatan jiwa dan raga, sekarang juga menjadi tren liburan wisatawan dunia. Fasilitas mewah yang memanjakan bukan masalah bagi mereka. Jangan salah, Indonesia juga menjadi tujuan wisata untuk mencari resor wellness terbaik di dunia dan Asia.

Spa dan jamu Indonesia begitu mengagumkan untuk wisatawan, kenapa Anda tidak ikut mencobanya. Beberapa kota di Indonesia terkenal dengan jamu. Bahkan di Jawa Tengah ada festival jamu tahunan yang lokasinya berpindah-pindah di berbagai kota.

Beberapa pulau di Indonesia juga terkenal sebagai tempat yang bebas polusi dan kendaraan. Ada juga destinasi penuh udara segar atau destinasi dengan kuliner sehat atau terkenal dengan buah-buahan segar dan penuh vitamin. Ayo ke sana untuk liburan yang baik untuk tubuh kita

Tren paling anyar adalah digital detox. Ini adalah gaya liburan yang menjauhkan diri dari perangkat gadget. Sadar atau tidak, kita punya perilaku hidup kurang sehat karena ketergantungan tinggi dengan perangkat gadget. Sesaat menjauh dari gadget untuk menikmati alam seutuhnya, itu pasti akan lebih sehat untuk jiwa kita.

Begitu banyak bukan, pilihan liburan sehat yang bisa kita lakukan. Dari pilihan destinasi, aktivitas atau apa yang kita konsumsi selama liburan bisa menentukan agar kita pulang liburan dengan hati dan jiwa tenang ditambah badan yang semakin bugar.

Sumber : http://travel.detik.com/read/2015/03/19/071122/2863025/1382/2/liburan-sambil-bikin-badan-sehat-kenapa-nggak

Gula, Musuh Utama Gigi

Zat gula di dalam rongga mulut akan menjadi "makanan" bagi bakteri dan diubah menjadi asam, yang merusak lapisan email gigi dan membuatnya berlubang.

Gula, Musuh Utama Gigi 
 
Makanan mengandung gula memang bisa menjadi sumber energi bagi tubuh. Tetapi, konsumsi gula harus dibatasi karena berpengaruh negatif bagi kesehatan, terutama kesehatan gigi.
Gula merupakan musuh terbesar bagi gigi. Zat gula di dalam rongga mulut akan menjadi "makanan" bagi bakteri dan diubah menjadi asam. Asam inilah yang dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Penelitian juga menemukan bahwa lubang pada gigi akan terus melebar jika kita banyak mengasup makanan manis atau menambahkan gula pada makanan.
"Karena itu rekomendasi WHO yang terbaru menyarankan untuk membatasi asupan gula kurang dari 5 persen dari total kalori harian, atau setara dengan 25 gram gula atau 6 sendok teh," kata drg Ratu Mirah Afifah, Head of Professional Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia.
Sebelumnya, pada tahun 2012 WHO merekomendasikan untuk menurunkan asupan gula kurang dari 10 persen dari asupan total harian. Tetapi kemudian aturan tersebut direvisi lagi.
"Jika kita mengurangi gula kurang dari 5 persen dari total kalori harian, manfaatnya adalah menurunkan risiko gigi berlubang seumur hidup," imbuh Mirah.
Asupan gula bisa berupa sukrosa, glukosa, atau fruktosa. Ini berarti bukan hanya permen yang lengket saja yang bisa merusak gigi, tapi juga minuman bersoda, minuman energi (sport drink) madu, jus buah, dan sebagainya.
Salah satu kiat untuk mengurangi asupan gula adalah dengan menggabungkan waktu makan dengan waktu ngemil.
"Jadikan makanan manis itu sebagai dessert agar produksi asamnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan jika kita mengonsumsi makanan manis di antara waktu makan," katanya.
Orangtua juga perlu membatasi konsumsi gula pada anak. Jaga kesehatan gigi anak dengan selalu membersihkan gigi anak setelah mereka mengonsumsi susu.
"Paling tidak berkumur dengan air putih. Selain itu jangan biasakan anak mengedot botol susu sebelum tidur karena itu sama saja dengan merendam gigi anak ke dalam susu," ujarnya.
Selain mengurangi konsumsi gula, jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Periksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali dan minum cukup air putih.

(Sumber: tribunnews.com)