Hati-hati, Sering Merasa Kesepian Bisa Sebabkan Kematian

21.34 0 Comments


Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa memiliki kehidupan sosial yang aktif akan memberikan ragam manfaat positif untuk tubuh dan kondisi mental Anda, seperti sistem kekebalan  yang lebih baik dan menurunkan tingkat stres. Nah, apabila kehidupan sosial Anda kurang baik, ada baiknya mulai segera diperbaik. Mengapa? Berikut uraiannya.

Sebuah studi teranyar menemukan bahwa gangguan kesehatan akan lebih mudah menjangkiti orang-orang yang mengalami isolasi dalam waktu lama dan kesepian. Bahkan, dampaknya lebih berbahaya ketimbang pada orang yang menderita obesitas. Studi ini baru saja dipublikasikan pada jurnal Perspectives on Psychological Science. Para peneliti mengumpulkan 70 studi terpisah yang dilakukan sejak tahun 1980 hingga 2014 yang melibatkan lebih dari tiga juta orang. Berdasarkan telaah tersebut, para peneliti menemukan tiga komponen penting, yakni kesepian, isolasi, dan tinggal sendirian.

Orang-orang yang dilaporkan merasa kesepian memiliki 26 persen peningkatkan risiko kematian. Adapun orang yang tidak memiliki hubungan sosial sama sekali memiliki 29 persen peningkatan risiko kematian. Sementara itu, orang yang hidup sendirian memiliki 30 persen peningkatan risiko kematian.

Menurut para peneliti, angka-angka tersebut mirip dengan angka risiko kematian akibat obesitas. Lalu, para peneliti juga menemukan bahwa angka tersebut, hampir serupa dengan merokok 15 batang rokok per hari atau menenggak minuman beralkohol secara berlebihan.

Usia rata-rata responden dalam penelitian tersebut adalah 65 tahun. Para peneliti pun berencana untuk memeriksa dan meneliti apakah isolasi dan kesepian pun berdampak serupa pada generasi muda.

 Sumber : http://female.kompas.com/read/2015/03/21/225721220/Hati-hati.Sering.Merasa.Kesepian.Bisa.Sebabkan.Kematian

0 komentar:

Negara-negara Paling Bahagia Justru Minim Orang Superkaya

21.30 0 Comments


Bahagia selalu identik dengan kecukupan materi. Memang tak salah dengan ungkapan itu. Dengan berlimpahnya materi, seseorang bisa membeli apa pun yang diinginkannya.

Akan tetapi, materi bukanlah segala-galanya. Dari data yang dirilis PBB mengenai peringkat kebahagiaan suatu negara yang dihubungkan dengan daftar orang terkaya versi Bloomberg, justru terlihat bahwa negara-negara yang penduduknya paling bahagia di dunia justru cenderung tidak banyak dihuni miliarder.

Adalah negara-negara di kawasan Skandinavia yang masuk ke dalam jajaran teratas sebagai negara paling berbahagia versi PBB. Dengan menerapkan sistem negara kesejahteraan (welfare state), negara memegang peran penting dalam menjamin kesejahteraan warganya.

Berbeda dengan konsep negara liberal, welfare state negara menjamin kesamaan hak dan kesempatan ekonomi bagi setiap warganya. Sebaliknya, negara liberal menyerahkan semuanya pada mekanisme pasar.

Dari laporan PBB yang dirilis pekan lalu, terlihat bahwa negara-negara di kawasan Skandinavia (Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, dan Islandia) yang menerapkan welfare state masuk ke dalam 10 besar sebagai negara yang paling berbahagia di dunia.

Urutan teratas negara yang paling berbahagia diduduki oleh Denmark dan posisi kedua ditempati oleh Norwegia.

Negara welfare state lainnya adalah Swedia yang menempati posisi nomor lima di antara negara-negara yang paling bahagia. Kemudian Finlandia di nomor tujuh dan Islandia di nomor sembilan.

Sementara itu, pada hari ini Bloomberg merilis daftar orang terkaya di seluruh dunia. Justru yang menarik, tak banyak miliarder kelas dunia yang berasal dari negara-negara welfare state. Berikut adalah penelusuran Kompas.com mengenai jumlah miliarder dari negara-negara tersebut:

- Denmark — 1 miliarder
- Norwegia — tidak ada
- Swedia — 7 miliarder
- Finlandia — 1 miliarder
- Islandia — tidak ada

Kondisi ini berbeda dengan negara-negara yang menerapkan konsep liberal. Amerika Serikat yang dihuni paling banyak miliarder justru berada di posisi 17 dari negara-negara yang paling berbahagia. Adapun jumlah miliarder dunia asal AS sebanyak 64 orang.


Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/09/16/2101175/Negara-negara.Paling.Bahagia.Justru.Minim.Orang.Super.Kaya?utm_campaign=related&utm_medium=bp-kompas&utm_source=health&

0 komentar:

Studi: Irlandia, Negara Paling Islami di Dunia

21.28 0 Comments


Hossein Askari, seorang guru besar politik dan bisnis internasional di Universitas George Washington, AS, melakukan sebuah studi yang unik.

Askari melakukan studi untuk mengetahui di negara manakah di dunia ini nilai-nilai Islam paling banyak diaplikasikan. Hasil penelitian Askari yang meliputi 208 negara itu ternyata sangat mengejutkan karena tak satu pun negara Islam menduduki peringkat 25 besar.

Dari studi itu, Askari mendapatkan Irlandia, Denmark, Luksemburg, dan Selandia Baru sebagai negara lima besar yang paling Islami di dunia. Negara-negara lain yang menurut Askari justru menerapkan ajalan Islam paling nyata adalah Swedia, Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia.

Lalu, bagaimana dengan negara-negara Islam? Malaysia hanya menempati peringkat ke-33. Sementara itu, negara Islam lain di posisi 50 besar adalah Kuwait di peringkat ke-48, sedangkan Arab Saudi di posisi ke-91 dan Qatar ke-111.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Askari mengatakan, kebanyakan negara Islam menggunakan agama sebagai instrumen untuk mengendalikan negara.

"Kami menggarisbawahi bahwa banyak negara yang mengakui diri Islami tetapi justru kerap berbuat tidak adil, korup, dan terbelakang. Faktanya mereka sama sekali tidak Islami," ujar Askari.

Askari menambahkan, justru negara-negara Barat yang merefleksikan ajaran Islam, termasuk dalam pengembangan perekonomiannya.

"Jika sebuah negara memiliki ciri-ciri tak ada pemilihan, korup, opresif, memiliki pemimpin yang tak adil, tak ada kebebasan, kesenjangan sosial yang besar, tak mengedepankan dialog dan rekonsiliasi, negara itu tidak menunjukkan ciri-ciri Islami," lanjut Askari.

Dalam melakukan penelitiannya, Askari mencoba membandingkan idealisme Islam dalam hal pencapaian ekonomi, pemerintahan, hak rakyat dan hak politik, serta hubungan internasional.
Hasil penelitian Profesor Askari dan Profesor Scheherazade S Rehman ini dipublikasikan dalam Global Economy  Journal.

Di Irlandia, diperkirakan sebanyak 49.000 warganya memeluk Islam. Dr Ali Selim, anggota senior Pusat Kebudayaan Islam Irlandia (ICCI), mengatakan, umat Muslim dan warga Irlandia lainnya bisa hidup berdampingan karena sama-sama memiliki kesamaan sejarah.

"Irlandia pernah menjadi wilayah jajahan dan banyak rakyat Irlandia menderita diskriminasi rasial dan selalu diasosiasikan dengan terorisme. Umat Muslim juga mengalami hal serupa," ujar Selim.

Selain itu, lanjut Selim, para imigran Muslim di Irlandia mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri, termasuk dalam bidang ekonomi.

"Al Quran menganjurkan umat Muslim untuk hidup sejahtera dan Dublin merupakan salah satu pusat investasi Islam terbesar di Eropa," ujar Selim.



Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2014/06/10/2151008/Studi.Irlandia.Negara.Paling.Islami.di.Dunia?utm_campaign=related&utm_medium=bp-kompas&utm_source=health&

0 komentar:

Sering Menggigit Kuku? Bisa Jadi Itu Tanda Perfeksionis

21.26 0 Comments


Apakah Anda tanpa sadar memainkan rambut atau menggigit-gigit kuku saat sedang membaca artikel ini? Kebiasaan tersebut sebenarnya bisa menunjukkan kepribadian Anda.

Seseorang yang umumnya tidak sabaran, gampang bosan, serta cepat frustrasi cenderung melakukan kebiasaan yang berulang seperti  mengelupas kulit, menggigit kuku, atau menarik bulu mata mereka.

Demikian menurut kesimpulan studi terbaru yang dilakukan tim dari University of Montreal, Kanada. Sifat perfeksionis seperti itu disebutkan bisa merusak.

"Kami percaya bahwa individu dengan kebiasaan suka mengulang ini cenderung perfeksionis, yang berarti bahwa mereka tidak mampu untuk bersantai dan melakukan tugas dengan kecepatan 'normal'," terang Dr. Kieron O'Connor, profesor psikiatri.

Sifat perfeksionis juga bisa menyebabkan seseorang mudah frustrasi, tidak sabaran, dan tidak puas ketika mereka tidak mampu mencapai tujuan mereka. Mereka juga mengalami tingkat kebosanan yang lebih tinggi.

Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan 48 peserta, setengahnya memiliki jenis perilaku perfeksionis. Peserta lainnya, yang tidak memiliki perilaku ini, bertindak sebagai kelompok kontrol.

Para peserta diberikan pertanyaan tentang sejauh mana mereka mengalami emosi seperti kebosanan, kemarahan, rasa bersalah, dan kecemasan. Kemudian, setiap peserta dihadapkan pada situasi yang dirancang untuk memprovokasi perasaan tertentu (termasuk relaksasi, stres, frustasi dan kebosanan). Dalam skenario kebosanan, misalnya, subjek itu hanya ditinggalkan sendirian di kamar selama enam menit.

Peserta yang memiliki riwayat perilaku tubuh yang berfokus pada unsur gelisah, terlihat memiliki dorongan yang lebih besar untuk melakukan kebiasaannya mengulang, seperti menggigit kuku, ketika mereka sedang merasa stres dan frustrasi. Tapi saat mereka bersantai, mereka tidak melakukannya.

Jika Anda gemar menggigit kuku Anda tidak perlu khawatir, karena belum tentu perilaku itu berbahaya. Perilaku tersebut bisa jadi adalah suatu tanda sementara ketika kita tidak bisa menyalurkan energi kita untuk lebih produktif.

Tapi ketika kebiasaan itu susah dihentikan dan mengganggu kehidupan sehari-hari, hal itu bisa menjadi gangguan perilaku.

Apakah perilaku ini bisa diobati? Menurut O'Connor, ada dua cara yang mungkin dapat dilakukan, diantaranya, terapi perilaku yang dilakukan dengan mengubah kebiasaan dengan tindakan yang bersifat kompetisi, dan pendekatan terpisah yang berfokus mencari faktor yang mendasari atau memicu ketegangan. 





Sumber :

0 komentar:

Waktu Istirahat, Penting bagi Anak di Sekolah

21.24 0 Comments

Waktu istirahat merupakan bagian penting dalam keberhasilan pendidikan anak di sekolah. Waktu istirahat yang cukup akan membantu mereka lebih sukses saat mereka kembali ke dalam kelas.

Namun banyak sekolah yang memotong waktu istirahat atau tidak memberikan waktu istirahat yang berkualitas. Para peneliti Stanford University memperingatkan, hal itu dapat memiliki konsekuensi negatif yang tidak diinginkan.

"Waktu istirahat biasanya tidak dianggap sebagai bagian dari iklim sekolah, dan sering dipendekkan. Tapi penelitian kami menunjukkan bahwa waktu istirahat dapat berperan penting untuk iklim sekolah yang positif di sekolah dasar berpenghasilan rendah," papar rekan penulis studi ini sekaligus direktur pendiri Stanford John W. Gardner Center, Milbrey McLaughlin.

Penelitian menunjukkan, apabila direncanakan dengan baik, waktu istirahat dapat meningkatkan kehadiran serta prestasi akademik. Hal ini juga dapat membantu anak-anak berteman dan belajar cara mengatasi konflik.

Selain itu mereka bisa mendapatkan pandangan yang lebih positif tentang belajar, terutama bagi mereka yang berada di sekolah berpenghasilan rendah. Waktu istirahat berkualitas tinggi pun dapat mengekang intimidasi di antara siswa.

Untuk menguji dampak waktu istirahat pada siswa, para peneliti menganalisis informasi tentang sekolah dasar yang telah melaksanakan program berbasis waktu istirahat dari organisasi non-profit yang dirancang untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif.

Pelatih dikirim ke sekolah-sekolah ini untuk meningkatkan kualitas waktu istirahat anak, membangun permainan terorganisasi dengan aturan, menawarkan alat resolusi konflik, mendorong bahasa positif, dan memastikan tidak ada siswa yang ditinggalkan. Semua sekolah memiliki dua periode waktu istirahat harian.

Pelatih, guru, dan kepala sekolah dari masing-masing sekolah diwawancarai. Para peneliti juga membuat kelompok siswa dan mengamati periode istirahat. Mereka membandingkan dengan sekolah lain yang memiliki berbagai program waktu istirahat dari yang buruk hingga sangat baik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu istirahat yang baik bergantung pada pengawasan dan bimbingan orang dewasa. Konflik dapat timbul ketika anak-anak tidak setuju pada permainan dan aturan.

Selain itu, 89 persen guru yang disurvei melihat perbaikan dalam organisasi waktu istirahat setelah pelatih dikirim untuk memberikan dukungan.

Perbaikan waktu istirahat juga tampak mengarah pada lingkungan yang lebih positif. Hampir setengah dari guru yang disurvei mengatakan, siswa menjadi lebih saling mendukung satu sama lain dan menggunakan bahasa lebih baik.

"Ada lebih banyak pertemanan antara anak-anak," ujar guru lain yang juga disurvei.

Secara umum, efek positif yang dirasakan siswa antara lain anak-anak lebih sering memulai permainan, merasa lebih baik dan lebih aman, anak perempuan menjadi lebih terlibat.

Pentingnya bermain atau waktu istirahat bagi anak-anak sudah diakui oleh Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang memandang hal ini penting untuk kesejahteraan anak-anak di sekolah.





Sumber :

0 komentar:

Apa Sajakah Penyebab Mengigau Saat Tidur?

21.22 0 Comments


Berbicara saat tidur atau disebut mengigau merupakan fenomena yang umum. Biasanya dialami oleh anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa berbicara tanpa sadar saat tidur.

Para ahli memperkirakan sekitar setengah dari anak-anak dan 5 persen orang dewasa punya kebiasaan mengigau. Dokter spesialis tidur tidak mengetahui penyebabnya secara pasti, tetapi perilaku ini lebih sering terjadi pada laki-laki.

Mengigau merupakan gangguan tidur yang dapat terjadi dalam setiap tahap tidur. Isi igauan bisa melibatkan dialog yang rumit atau monolog, omong kosong, atau hanya sekedar bergumam. Seseorang yang mengalami hal ini biasanya tidak menyadari perilaku mereka sampai ada seseorang yang mengatakan kepadanya.

Walau tidak berbahaya, tapi mengigau bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius seperti sleep apnea, night terrors, gangguan perilaku REM (Rapid Eye Movement), (mimpi yang melibatkan fungsi indra), atau melakukan tindakan seksual saat tidur.

Mengigau juga dapat terjadi ketika seseorang mengalami demam, kurang tidur, depresi, stres atau mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan sebelum tidur.

Mengigau juga akan mengacaukan kualitas tidur Anda serta orang yang tidur dekat Anda. Apalagi kalau suara igauan tersebut cukup keras dan sering.

Orang yang sedang mengigau sebenarnya bisa dibangungkan. Hal itu akan membuat mereka berhenti sebentar, tapi ketika mereka tidur kembali mungkin ia akan mengigau lagi.

Bisakah dihilangkan?

Natalie Dautovic, calon profesor psikologi dari Universitas Alabama, AS, mengatakan salah satu cara untuk mengatasi kebiasaan mengigau adalah dengan mempraktikkan pola tidur yang baik.

"Perilaku yang Anda lakukan dalam sehari dan sebelum tidur akan mempengaruhi tidur Anda," katanya.

Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya dan miliki jam tidur 7-9 jam setiap malam.

Mengurangi minuman beralkohol. "Alkohol dapat membantu orang merasa mengantuk dan mungkin membantu agar tidur dengan pulas. Namun memiliki efek yang dapat  mengganggu aktivitas tidur pada malam hari dan menyebabkan Anda terbangun serta membuat Anda tidak bisa tidur kembali," katanya.

Bagi banyak orang, kebiasaan mengigau saat hanya sementara. Terkadang hal tersebut dapat muncul kembali pada masa dewasa jika jadwal tidur tidak teratur.

Benarkah kata-kata yang diucapkan berkaitan dengan mimpi? Tidak ada yang tahu pasti. "Fungsi otak saat kita sedang tertidur sangatlah kompleks sehingga sulit untuk mengetahui di mana konten tersebut berasal dan bagaimana hal itu disaring melalui berbagai fungsi otak," kata Dautovich.





Sumber :

0 komentar:

Jam 10 Malam, Waktu Tidur Terbaik

21.21 0 Comments



Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk memiliki tubuh yang sehat. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, rasa kantuk dan kamar yang nyaman saja ternyata tidak cukup.

Waktu tidur, apa yang dilakukan beberapa jam sebelum tidur, serta apa yang Anda lakukan ketika bangun ternyata memiliki pengaruh besar pada waktu istirahat Anda. Demikian disampaikan oleh pakar kesehatan tubuh, Shawn Stevenson.

Stevenson telah mempelajari metode optimal untuk memaksimalkan kualitas tidur, serta melihat bagaimana semua hal, mulai dari pengaturan kamar tidur hingga banyaknya air yang diminum dapat mempengaruhi waktu tidur.

Tetapi, adakah waktu yang paling tepat untuk tidur? Menurutnya ada dua hal yang perlu dipahami. Pertama, tubuh tiap orang berbeda, sehingga penting untuk mencoba kapan yang tepat bagi Anda. Namun, jika Anda belum mencoba tidur sebelum tengah malam, mulailah sekarang.

Secara biologis tubuh kita dipengaruhi oleh pola matahari, sehingga ketika akan tidur belum larut malam dan bangun saat matahari terbit, Anda berarti mengikuti ritme sirkadian alami.

Nyatanya, semakin dekat dengan pola matahari, energi Anda akan semakin baik. Ia merekomendasikan jadwal tidur pukul 10 malam hingga 6 pagi. Dengan catatan, tidak apa-apa jika Anda sedikit fleksibel dengan waktu tersebut.

Shawn pun menawarkan beberapa kiat untuk mempersiapkan diri dalam menjalani waktu istirahat yang berkualitas.

- Berhenti melihat atau mengecek gadget sebelum tidur. Jika tidak memungkinkan, gunakan kacamata pelindung untuk membatasi warna biru dari layar gadget yang bisa membuat Anda terus terjaga.

- Olahraga pagi, meskipun itu hanya berdurasi sepuluh menit latihan perut ketika bangun pagi.

- Perhatikan apa yang Anda makan di tengah hari. Hindari kafein, gula, dan produk susu terlalu banyak.

Mulailah mengubah kebiasaan tidur, Anda akan mulai melihat perbedaannya dalam kualitas tidur. Kualitas tidur yang lebih baik menciptakan energi yang lebih baik pula untuk menjalani keseharian Anda.





Sumber :

0 komentar:

Senyuman, Bikin Bahagia dan Kreatif

21.19 0 Comments


Kapan pun Anda merasa sedang tak bersemangat, bertengkar dengan pasangan, atau pagi-pagi harus bersiap untuk pekerjaan yang tak terlalu Anda nikmati, biasanya kita akan sulit untuk tersenyum.

Padahal, seulas senyuman akan membuat kegembiraan muncul baik dari dalam mau pun luar diri Anda. Kekuatan terbesar ada pada senyum, selama Anda mau membaginya pada lingkungan.

Ada sebelas alasan mengapa tersenyum amat baik dilakukan, meskipun Anda merasa tak memerlukannya atau sedang dalam suasana hati yang buruk.

Memperbaiki suasana hati
Ekspresi wajah mampu bercerita lebih dari deretan kata-kata. Ini karena ekspresi memiliki kemampuan mempengaruhi suasana hati Anda. Emosi memang dihasilkan oleh otak, namun otot pada wajah yang akan menampilkan perasaannya. Penelitian terbaru membuktikan, dengan adanya peningkatan emosi positif melalui ekspresi wajah, suasana hati seseorang mulai menyelaraskan dengan apa yang ditunjukkan.

Senyum palsu juga bisa berpengaruh
Beberapa penelitian yakin bahwa manfaat senyum hanya bisa diperoleh dari ekspresi tulus rasa bahagia.  Tetapi, menurut sebuah studi, senyum yang dipaksa juga bisa membuat Anda gembira. Anda hanya perlu tersenyum dalam waktu singkat, walaupun Anda sulit mengusahakannya. Sedikit memaksakan untuk tersenyum, tak ada salahnya bukan?

Mengurangi stres
Dalam sebuah penelitian tahun 2012, sebanyak 170 orang diminta menahan sumpit di mulutnya dalam tiga formasi. Ketika para partisipan melakukannya, banyak di antara mereka tersenyum tanpa disadari setelah melakukan tugas yang berat. Penelitian itu menunjukkan, orang yang tersenyum paling lebar mengalami pengurangan substansial dalam denyut jantung dan pemulihan stres lebih cepat daripada yang tidak terlalu banyak berekspresi.

Senyum membuat Anda lebih mudah didekati
Ini sudah jelas. Bagaimana orang bisa memulai interaksi jika Anda tampak cemberut. Wajah yang dihiasi senyuman akan terlihat bersahabat dan lebih disukai. Penelitian terhadap karyawan juga menunjukkan, mereka yang tersenyum terlihat lebih kompeten.

Tampak lebih terpercaya
Dari sisi psikologi, orang yang tersenyum terlihat lebih terpercaya daripada orang yang merengut atau tidak berekspresi. Dalam penelitian di Universitas Pittsburgh AS, peneliti menggali potensi hubungan antara tingkat daya tarik, intensitas senyum, dan tingkat kepercayaan dari model. Dari 45 model yang diteliti, terbukti makin lebar senyum seorang model, mereka makin terlihat lebih terpercaya.

Senyum melatih otak
Otak secara alami cenderung untuk berpikir negatif sebagai mekanisme pertahanan. Namun, senyum dapat membantu pikiran lebih positif. Menurut penulis "The Happines Advantage" Shawn Achor, dengan tersenyum setiap hari otak akan menciptakan kebahagiaan yang mampu mendorong pikiran positif. "Kebahagiaan adalah etos kerja. Hal itu diperlukan otak untuk berlatih," ujar Achor.

Senyum itu menular
Seringkah Anda melihat teman Anda membalas ketika Anda tersenyum? Ternyata hal itu ada penjelasannya. Menurut ahli neurosains Marco Iacoboni, manusia memiliki sesuatu yang disebut cermin neuron. Sel-sel premotor cortex dan inferior parietal cortex aktif ketika kita bertindak, serta saat menyaksikan orang lain melakukan sesuatu. Ketika tersenyum, cermin neuron menanggapinya.

Memperkuat tubuh pada tingkatan sel
Tersenyum dapat melepas ketegangan pada tingkat sel, menurut ahli biokimia Sondra Barrett. Dalam bukunya, "Secrets of Your Cells", Barrett menjelaskan bagaimana sel dapat membedakan rasa aman dan bahaya, lalu menemukan dan memperbaiki masalah serta menciptakan keseimbangan dalam tubuh.

Ia juga menekankan apa yang kita pikirkan dapat memberi efek langsung pada fungsi sel. Ketika tersenyum, Anda dapat mengurangi kekakuan sel. Relaksasi fisik ini dapat melawan risiko mutasi sel karena stres, yang bisa memicu pertumbuhan berbagai jenis kanker.

Meningkatkan produktivitas
Mulailah pekerjaan dengan tersenyum, sehingga kebahagiaan saat bekerja akan terdongkrak. Pada tahun 2010, sebuah tim peneliti ekonomi menemukan bahwa kebahagiaan memiliki efek signifikan terhadap kinerja karyawan di tempat kerjanya. Seiringan dengan energi positif yang dipancarkan, energi negatif pun akan berkurang.

Senyum dapat membuat Anda lebih kreatif
Energi positif ini dapat meningkatkan kreativitas Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan, mereka yang bahagia memiliki pendekatan yang lebih komprehensif dalam memikirkan solusi, lebih dari rekan mereka yang berpikiran negatif terhadap suatu masalah. Para peneliti menghubungkan temuan ini dengan pelepasan dopamin yang dipicu oleh kebahagiaan.Karena neurotransmitter terlibat dalam pembelajaran, pengolahan, dan pengambilan keputusan.

Senyum itu gratis!
Ini adalah salah satu hal yang mampu mencerahkan suasana hati Anda tanpa memerlukan biaya. Jadi, manfaatkan kekuatan dalam diri Anda untuk menciptakan kebahagiaan.





Sumber :

0 komentar:

Manakah Negara Paling Bahagia di Dunia?

21.17 0 Comments



Kita semua memimpikan hidup yang panjang dan bahagia di lingkungan yang bersih, teratur, dan udaranya bersih. Sebenarnya, di manakah tempat yang paling membuat bahagia di dunia?

Sebuah indeks dari 151 negara di dunia mengungkapkan secara jelas bagian dunia mana yang memberikan kehidupan yang panjang dan bahagia bagi warga negaranya.

Hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda, Kosta Rika, Kolombia dan Vietnam berada di peringkat teratas dalam  kompetisi tersebut. Indonesia sendiri berada di urutan ke-15. Sedangkan Inggris menempati posisi ke-44,  lebih tinggi dibandingkan Jerman (47), Spanyol (62), Kanada (65), Australia (76) dan AS (105).

Peta tersebut disusun oleh situs relokasi Movehub yang menggunakan data dari Happy Planet Index (HPI), sebuah pengukuran global kesejahteraan yang berkelanjutan.

Paramater pengukuran tersebut memang bukan hanya kekayaan, tapi sejauh mana negara tersebut memberikan harapan hidup yang baik, bahagia, jejak ekologis.

Dalam peta dunia yang ditampilkan, ukuran itu dibuat sesuai dengan lampu lalu lintas, hijau untuk prestasi baik, kuning untuk nilai mengenah dan merah berarti buruk. Dalam pengumpulan data ini peneliti meminta secara langsung  pandangan orang di tiap negara.

Berikut adalah tiga komponen yang dinilai:

Kesejahteraan:  Dalam parameter ini responden diminta membayangkan harapan hidup di sebuah negara tersebut seperti halnya meniti anak tangga. Di mana 0 mewakili kehidupan yang terburuk dan 10 kehidupan terbaik.

Harapan hidup: Di samping kesejahteraan , Happy PIanet Indeks juga memasukkan ukuran universal penting dari kesehatan dan harapan hidup. Peneligi menggunakan data harapan hidup dari UNDP Laporan Pengembangan Manusia pada 2011.

Jejak ekologis : HPI menggunakan jejak ekologis yang dipromosikan oleh badan amal lingkungan (WWF) sebagai ukuran konsumsi sumber daya. Ini adalah ukuran per kapita dari jumlah lahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan pola konsumsi suatu negara.

Dua dari ketiga faktor tersebut mengarah langsung pada kebahagiaan. Sementara jejak ekologis dianggap sebagai keberkelanjutan, yaitu apakah suatu negara dapat menjaga warga negaranya tanpa bantuan dari luar.

Peta itu juga tidak memperhitungkan ukuran internal ketidaksetaraan dan isu-isu hak asasi manusia di mana beberapa negara seperti Suriah, Irak dan Arab Saudi mempunyai angka yang sangat tinggi.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2014/11/22/160000223/Manakah.Negara.Paling.Bahagia.di.Dunia.

0 komentar:

Bahagia Bermula dari Pikiran

21.15 0 Comments




Setiap manusia pasti ingin bahagia. Namun, setiap orang memiliki persepsi berbeda tentang bahagia, demikian pula cara untuk menjadi bahagia. Meski tak mudah untuk selalu merasa bahagia, seseorang bisa menciptakan kebahagiaannya sendiri karena dari otaklah kebahagiaan seseorang bermula.

Awal Februari lalu, Badan Pusat Statistik meluncurkan Indeks Kebahagiaan Indonesia 2014. Survei itu mengukur tingkat kepuasan hidup warga yang bisa dipakai untuk mengukur kesejahteraan warga. Hasilnya, orang Indonesia lebih puas dengan keharmonisan keluarga, keamanan, kondisi lingkungan, serta hubungan sosial yang mereka miliki. Namun, kepuasan terhadap pendidikan, pendapatan, papan, pekerjaan, dan kesehatan rendah.

Berdasarkan karakteristik demografi dan ekonomi warga, kelompok masyarakat paling bahagia adalah mereka yang tinggal di kota, perempuan, belum menikah, berusia 25-40 tahun, berpendidikan magister atau doktor, dan berpendapatan paling tinggi.

Indeks kebahagiaan juga dibuat secara global untuk menilai kesejahteraan masyarakat dunia. Selama ini, pembangunan ekonomi yang mengurangi kemiskinan dianggap sebagai pemicu utama kebahagiaan masyarakat. Kenyataannya, faktor ekonomi tak selalu menentukan.

Indeks Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report) 2013 yang disusun Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN SDSN) menunjukkan, dari 156 negara yang disurvei, masyarakat paling bahagia adalah warga Skandinavia dan Eropa Barat. Tingkat kebahagiaan warga di negara-negara adidaya ekonomi tak terlalu tinggi.

Selain disusun berdasarkan indeks kebahagiaan tiap negara, survei global itu digabungkan dengan angka harapan hidup sehat, persepsi atas korupsi, pendapatan per kapita, kebebasan berpendapat, dukungan sosial, dan kedermawanan.

Persepsi

Kehadiran indeks kebahagiaan itu menimbulkan pro kontra. Indeks yang diharapkan bisa mengukur mutu manusia lebih utuh dibandingkan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) itu dianggap masih terlalu menekankan aspek ekonomi dalam mengukur kebahagiaan manusia sebagai tujuan pembangunan. Terlebih, kebahagiaan bersifat fluktuatif dan sulit diukur.

”Berbagai riset menunjukkan, kepemilikan materi tak berkait langsung dengan kebahagiaan. Namun, berbagai riset konsisten menunjukkan kelompok mampu lebih bahagia dibanding yang kekurangan,” kata peneliti Pusat Kesehatan Mental Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Rahmat Hidayat, Kamis (12/2).

Dalam mengukur kebahagiaan, faktor materialistik tak bisa diabaikan. Namun, itu bukan satu-satunya faktor penentu kebahagiaan seseorang.

Kebahagiaan diri ditentukan rujukan yang digunakan. Pemilihan rujukan amat bergantung pada cara kita menilai apa yang ada pada diri dan lingkungan serta apa yang kita miliki. ”Makin kompleks lingkungan tempat tinggal, kian banyak pembanding yang bisa jadi rujukan. Itu membuat seseorang rentan kurang bahagia,” katanya.

Faktor rujukan itu membuat mereka yang tinggal di negara- negara kecil, pulau terpencil, dan daerah tertinggal bisa merasa bahagia. Namun, adanya teknologi khususnya televisi membuat kadar bahagia mereka berkurang karena melimpahnya pasokan referensi kebahagiaan.

Shutterstock /Ilustrasi

Kepala Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial Universitas Sam Ratulangi yang juga Sekretaris Jenderal Masyarakat Neurosains Indonesia Taufiq Pasiak mengatakan, kebahagiaan terkait rasa hati, bagaimana seseorang melihat ke dalam diri. Adapun kepuasan yang jadi acuan penyusunan indeks kebahagiaan justru mendorong seseorang melihat keluar diri.

Kebahagiaan yang ditakar dengan hal-hal ekonomi tak bertahan lama. Menurut Taufiq, mengutip penelitian Sonja Lyubomirsky dari Universitas California Riverside, Amerika Serikat, kenaikan jabatan hanya memberi kebahagiaan tiga bulan. Setelah itu, rasa tak bahagia akan muncul karena menginginkan jabatan lebih tinggi.

Kemampuan seseorang menilai diri yang jadi kunci rasa bahagia amat dipengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Konsep bahagia berdasarkan kemampuan berpikir itu banyak diajarkan dalam filsafat, agama, dan budaya Timur. Cara pandang itu membuat kebahagiaan lebih bermakna filosofis dan teologis.

Karena itu, kebahagiaan amat terkait kemampuan otak. ”Kebahagiaan ditentukan kemampuan berpikir seseorang, bagaimana dia mempersepsi dan menafsirkan sesuatu,” ucap Taufiq.

Seseorang yang bahagia tecermin dari ketenangan dalam hidupnya, tangguh menghadapi tiap tekanan dan cobaan. Ia juga memiliki kehidupan spiritual baik yang membuatnya mampu bersyukur, sabar, dan ikhlas.

Budaya

Selain referensi dan kemampuan melihat diri, faktor budaya menentukan kebahagiaan seseorang. Sebagian kultur menekankan kepemilikan materi sebagai ukuran kebahagiaan. Namun, ada pula budaya yang mengajarkan untuk menerima apa adanya, menjadikan diri sendiri sebagai referensinya.

Dalam konteks berbangsa, Rahmat menilai, pandangan budaya yang menerima apa adanya tak mendukung usaha menjadikan bangsa kompetitif, berorientasi prestasi, dan tak pernah puas atas apa yang dicapai. Namun, konsep itu berisiko meningkatkan depresi warganya.

Karena itu, keseimbangan jadi kunci hidup bahagia. Mengejar materi berlebih tak salah asal diimbangi kehidupan sosial dan keluarga. ”Kebahagiaan hakiki adalah saat seseorang merasa diterima atau memberi manfaat bagi orang lain,” ujar Taufiq.





Sumber :

0 komentar:

Relung Sisi Banyuwangi

21.11 0 Comments


GARA-gara Pantai Plengkung, yang terletak di area Taman Nasional Alas Purwo, nama Banyuwangi, Jawa Timur, dengan segera merangsek dalam daftar destinasi wisata di dunia. Utamanya para peselancar yang selalu haus menaklukkan ombak. Di Plengkung atau yang juga disebut G-Land, dahaga itu pun terpuaskan.

Gulungan ombak di Plengkung dianggap ideal bagi para peselancar profesional sehingga kerap menjadi arena kompetisi selancar angin profesional. Para peselancar dari berbagai penjuru dunia lebih dulu menjadikannya tempat berlabuh sebelum akhirnya traveling juga merambah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda Indonesia. Menyingkap satu demi satu sudut wajah Banyuwangi dan terus menambah tempat destinasi baru di tempat yang dulunya tak lebih dianggap sebagai tempat transit dari Jawa ke Bali.

Selalu ada kisah petualangan di balik setiap perjalanan menuju obyek wisata di Banyuwangi. Tak heran jika kota ini masuk dalam bucket list idaman para traveler. Khususnya mereka yang menyukai destinasi ekowisata dengan perjalanan penuh tantangan dan membetik adrenalin. Meski kerap membutuhkan perjalanan darat yang panjang dan berjalan kaki jauh hingga berpeluh, semua akan terbayarkan setelah melihat pemandangan alam cantik di depan mata.

Wujud kecantikan yang ingin disimak pun bisa dipilih. Pemandangan api biru di danau belerang Kawah Ijen seolah melompati waktu dan ruang di Taman Nasional Alas Purwo dan Baluran. Ini menyerupai potret suasana di Afrika dengan pemandangan gurun lapangan luas dan hewan-hewan liar berkeliaran. Atau sekadar menyatu dengan alam di berbagai pantai yang tersebar di sepanjang pesisir selatan Banyuwangi.

Termasuk di antaranya Pulau Merah yang terletak di Kecamatan Pesanggaran. Ia menjadi tempat berlabuh bagi para peselancar pemula dengan ketinggian ombak sekitar dua meter dan memiliki pemandangan matahari terbenam yang cantik. Sementara bentangan tebing setinggi 200 meter di hadapan pantai disebut-sebut mirip pantai di Brasil.

Mengunjungi Pulau Merah pun menjadi sebuah alternatif jika menuju Taman Nasional Meru Betiri berhubung posisinya yang masih searah jika dari pusat kota Banyuwangi. Taman Nasional Meru Betiri, yang terkenal sebagai tempat penangkaran penyu, kini juga memiliki idola baru, yakni Teluk Hijau yang tersembunyi di balik tebing tinggi tak jauh dari Pantai Rajegwesi.

Belum dua tahun dibuka untuk umum, Teluk Hijau bisa diakses langsung dari Pantai Rajegwesi dengan menyewa perahu seharga Rp 35 ribu per orang (PP). Namun, lebih seru melalui jalur darat. Pengunjung wajib menggunakan kendaraan tipe 4WD jika menelusuri taman nasional ini berhubung medan yang terjal dan berbatu. Kendaraan bisa masuk hingga titik terakhir jalur kendaraan menuju Teluk Hijau. Lalu, perjalanan dilanjutkan berjalan kaki.

“Lurus ikuti jalan, nanti ambil haluan ke barat,” demikian saran yang dititipkan. Perjalanan pun berganti dengan jalan setapak masuk hutan, meniti jalanan curam di antara batu karang dan akar-akar pohon yang menjalar ke setiap sudut.

 
Hingga akhirnya tiba di tepi pantai berbatu yang mengarah ke sebuah tebing dengan celah mungil, Teluk Hijau pun di depan mata. Disambut sapaan angin laut dari balik tebing tinggi yang memeluk teluk dan tampilan warna hijau segar air laut yang berpadu apik dengan pasir putih sepanjang pantai.

Banyak cerita menanti di kota ini. Pastikan sediakan waktu cukup jika ingin menikmati beberapa titik sekaligus, berhubung membutuhkan waktu tempuh yang tak sedikit untuk menikmati satu eksotisme ke eksotisme Banyuwangi yang lain.

Sumber : http://travel.kompas.com/read/2015/03/12/151200527/Relung.Sisi.Banyuwangi

0 komentar:

Tidak Selamanya Buruk, Sandal Jepit Boleh Saja Dipakai Asal...

21.08 0 Comments


Para ahli memang mengatakan bahwa sandal jepit bukanlah alas kaki yang baik. Namun tidak bisa dipungkiri, sandal jepit begitu populer karena praktis, merakyat dan cocok dipakai dalam suasana santai. Kapan sandal jepit boleh dipakai?

"Sehari-hari bolehlah untuk dipakai di rumah tapi tidak disarankan kalau dipakai untuk jalan jauh atau berlari," kata dr Haidir Suleiman, MM, SpRM, pakar kesehatan dari departemen rehabilitasi RS Puri Indah, seperti ditulis Rabu (14/8/2013).

Menurut dr Haidir, sandal jepit kurang memberikan support dan protection pada kaki sehingga tidak terlalu dianjurkan. Tidak ada batasan mengenai berapa lama seseorang diperbolehkan memakai sandal jepit, yang jelas sebisa mungkin sebaiknya dihindari.

Catatan khusus diberikan oleh dr Haidir untuk pada lansia yang ingin mengenakan sandal jepit, khususnya bila memiliki diabetes. Menurutnya, kaki para pengidap diabetes biasanya baal dan terasa tebal sehingga butuh perlindungan karena jika terluka tidak akan terasa.

Hal senada juga disampaikan oleh dr Meidy H Triangto, SpKFR dari Kid's Foot Rehabilitation Center RS Mitra Keluarga kelapa Gading. Menurut dr Meidy, sandal jepit tidak melindungu kaki bagian atas dan tumit sehingga tidak dianjurkan, khususnya bagi anak dalam masa pertumbuhan.

Pada anak-anak, sandal jepit sering menyebabkan luka di sela-sela ibu jari dan telunjuk kaki. Belum lai karena bagian belakangnya tidak memegangi tumit, sandal jepit sering menyebabkan anak-anak 'keserimpet' saat berjalan. Sepatu sport lebih dianjurkan untuk anak-anak.

"Kalau mau dipakai ya sekali-sekali di rumah atau di pantai," kata dr Meidy yang lebih menyarankan sandal jepit berbahan karet agar tidak terlalu melukai kaki.

Itu pun, menurutnya kalau memang terpaksa sekali harus memakai sandal jepit. Selagi ada pilihan lain yang lebih memberikan support dan protection pada kaki, sebaiknya tidak menggunakan sandal tersebut sebagai alas kaki.

Sumber : http://health.detik.com/read/2013/08/14/145351/2329613/775/tidak-selamanya-buruk-sandal-jepit-boleh-saja-dipakai-asal?l771108bcj

0 komentar:

Way Kambas, Taman Nasional Tertua di Indonesia

21.06 0 Comments


Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan Taman Nasional tertua di Indonesia. Taman Nasional ini terletak di ujung selatan Sumatera atau 110 km dari Bandar Lampung. TNWK adalah salah satu Taman Nasional pertama dan tertua di Indonesia. Taman Nasional ini menempati 1.300 km persegi dari hutan dataran rendah pantai sekitar Sungai Way Kambas di pantai timur Provinsi Lampung.

TNWK dikenal dengan konservasi gajah, karena selain menjadi tempat perlindungan bagi gajah sumatera, taman nasional ini juga dikenal sebagai tempat latihan mereka.

Way Kambas didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1937 sampai sekarang masih terjaga sebagai Taman Nasional dan di sini diyakini ada sekitar 200 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) hidup di dalam Taman Nasional.

Gajah sumatera merupakan salah satu dari tiga subspesies yang diakui dari gajah asia, yang merupakan hewan asli dari Pulau Sumatera. Perbedaan secara umum, gajah asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah afrika. Di antara gajah asia, gajah sumatera merupakan yang terkecil, dengan ketinggian bahu berkisar antara 2 meter dan 3,2 meter.

Namun saat ini sangat susah untuk memperkirakan jumlah mereka karena perambahan dan perluasan lahan hutan semakin tidak terkendali.

Pembentukan awal taman nasional ini bertujuan untuk melindungi keberadaan gajah dan pada saat yang sama menciptakan saling menguntungkan untuk kedua gajah dan manusia.

Pusat pelatihan juga mengingatkan pada saat raja atau sultan memerintah Sumatera, ketika gajah dilatih dan dikerahkan dalam perang dan juga untuk tujuan seremonial. Gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu atau membajak sawah. Namun sekarang di TNWK pengunjung dapat melihat gajah melakukan kegiatan seperti bermain sepak bola atau pertunjukan menghibur lainnya. Di TNWK berdiri Rumah Sakit khusus gajah yang terbesar di Asia.

Selain konservasi gajah, di sini juga terdapat konservasi badak sumatera dan ada fasilitas Rhino Sanctuary. Sayangnya untuk bisa dapat melihat badak sumatera ini pengunjung harus punya izin khusus sebelumnya. Pengunjung atau wisatawan biasa tidak bisa melihat penangkaran alami badak sumatera ini.

Selain itu TNWK juga rumah bagi banyak flora eksotis. Diantaranya adalah: api-api (Avicennia marina), Pidada (Sonneratia sp), nipah (Nypa fruticans), Gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), Rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Izin untuk masuk ke TNWK dapat diperoleh di pintu gerbang. Selain datang langsung juga dapat diperoleh dari HQ konservasi di Bandar Lampung. Fasilitas utama yang ditemukan di dekat taman nasional yang terletak 500 meter dari pintu masuk di sebuah tempat bernama Satwa Sumatra Elephant Eco Lodge.

BARRY KUSUMA Taman Nasional Way Kambas
Terletak di sebuah taman berdinding yang luas penuh dengan pohon buah-buahan tropis, tempat ini menawarkan empat cottage masing-masing dengan kamar luas yang dapat menampung hingga empat orang dengan tempat tidur, kipas langit-langit, mandi air panas dan toilet.

Menuju TNWK bisa ditempuh 2 jam perjalanan darat dari Kota Bandar Lampung. Jalan menuju ke sini cukup bagus dan jika Anda membawa mobil pribadi bisa kurang dari 2 jam.

Jika Anda menggunakan transportasi umum, rute yang paling sederhana adalah mengambil bus dari Rajabasa di Terminal di Bandar Lampung ke arah Way Jepara. lalu turun di gajah batu di Desa Rajabasa Lama, Way Jepara.

Selanjutnya menggunakan ojek atau sepeda motor ke Way Kanan atau Pusat Pelatihan Gajah (PLG) yang merupakan pintu masuk ke TNWK. Perlu diketahui bahwa bus yang menuju langsung jam terakhir kembali ke Rajabasa itu adalah pukul 15.00 WIB.

BARRY KUSUMA Taman Nasional Way Kambas
Di Pusat Pelatihan Gajah (PLG), ada atraksi gajah yang dilakukan rutin setiap sore dengan pertandingan dan khusus sepak bola gajah yang diadakan setiap weekend.

Anda juga bisa menaiki gajah berputar dan masuk ke dalam hutan dengan pawangnya. Dengan trip seperti ini jika beruntung Anda akan bertemu dengan gajah-gajah liar yang banyak terdapat di TNWK.

Di TNWK para wisatawan bisa mengenal lebih dalam tentang Konservasi Gajah. Di sini kita bisa banyak berinteraksi dengan gajah dan banyak bertanya tentang gajah ke pawang-pawang yang berada di taman nasional ini.

Tips buat pehobi fotografi

Banyak pehobi fotografi maupun wisatawan yang kecewa datang ke TNWK karena sampai di sana mereka hanya melihat sedikit gajah, padahal ada ratusan gajah di sini. Kebanyakan yang datang ke TNWK sudah siang. Padahal momen terbaik untuk melihat gajah-gajah ini adalah pagi hari sebelum jam 6 pagi. Pasalnya setelah jam 6 pagi pawang-pawang gajah ini melepaskan gajah ke padang rumput luas dan terpisah-pisah.

BARRY KUSUMA Taman Nasional Way Kambas
Sebelum dilepas gajah-gajah ini dimandikan dahulu di kolam dan sungai Way Kambas. Jika Anda datang sebelum jam 7 pagi selain bisa mengabadikan gajah pada saat sunrise juga bisa memotret puas gajah-gajah di pusat konservasi.

Selain pagi hari, momen terbaik juga bisa ditemukan pada sore hari menjelang sunset, karena gajah yang berada di savana dikumpulkan kembali ke lapangan oleh pawang-pawang. Anda bisa mengabadikan siluet gajah dan aktivitas mereka pada saat ini.

Ada baiknya Anda menginap semalam di TNWK sehingga momen di pagi hari dan sore hari dapat semua. Untuk memotret binatang yang bagus dibutuhkan waktu dan kesabaran. Kunci inilah yang membuat foto anda bagus.

Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/02/03/1524254/Way.Kambas.Taman.Nasional.Tertua.di.Indonesia

0 komentar:

21.04 0 Comments

Bukan Cuma High Heels, Beragam Alas Kaki Ini Juga Bisa Jadi Penyakit


Konon wanita yang mengenakan sepatu high heels terlihat lebih atraktif. Tapi lagi-lagi beauty is pain, karena ada konsekuensi kesehatan yang harus ditanggung wanita ini. Untuk itu memilih alas kaki yang tepat bukanlah hal sepele. Selain high heels, ternyata ada alas kaki lain yang bisa membahayakan kesehatan, apa sajakah itu?

"Sandal jepit, flat shoes, high heels itu semuanya bisa merubah bentuk kaki. Selain itu axis tubuh atau sumbu tubuh juga bisa berubah karenanya," tandas dr Haidir Suleiman, MM, SpRM dari departemen rehabilitasi medik RS Puri Indah Jakarta ketika dihubungi detikHealth seperti ditulis Rabu (14/8/2013).

Risikonya bisa beragam. Menurut sejumlah pakar, sandal jepit hanya didukung tali yang tipis sehingga jari-jari kaki harus bekerja ekstra dan model sandal ini memaksa tubuh bagian atas ikut bekerja keras yang pada akhirnya dapat melemahkan otot dari waktu ke waktu.

Sedangkan sepatu high heels dapat meningkatkan risiko osteoarthritis hingga enam kali lipat, menyebabkan kapalan, menambah ketegangan pada paha depan yang dapat meningkatkan risiko radang sendi serta memperpendek otot betis.

Lain sepatu berhak tinggi, lain juga sepatu flat. Bukannya lebih aman tapi risiko penggunaan flat shoes juga tak bisa diabaikan.

Sebab dukungan internal dari flat shoes terbilang kurang, karenanya kaki bagian bawah seperti tak punya pijakan dan dapat meregang secara berlebihan. Solnya yang kaku juga kerap memicu rasa sakit di tumit ketika digunakan untuk berjalan.

Selain ketiga contoh di atas, sepatu boots yang kerap disebut sepatu rocker juga tergolong sebagai alas kaki yang tak sehat. Mengapa demikian? Sol yang lebih tebal dari normal membuat telapak kaki si pemakai sepatu menjadi kaku sehingga kaki kurang menyerap beban dan lututlah yang akan kena batunya karena harus menanggung tekanan ekstra.
"Keluhannya yang paling sering ya mulai dari engkel, lutut, leher, sampai pinggang. Awalnya pegal-pegal terus lama-lama jadi deformitas (perubahan bentuk) dalam jangka waktu dua atau tiga tahun atau bahkan puluhan tahun," imbuh dr. Haidir.

Lalu bagaimana menyiasatinya? Menurut dr Meidy H Triangto, Sp.KFR dari Kid's Foot Rehabilitation Center RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, flat shoes jangan terlalu datar. Sebaiknya cari flat shoes yang masih ada haknya meski hanya setinggi satu sampai dua centimeter.

Sedangkan untuk sandal jepit, dr. Haidir mengatakan tak ada batasan maksimal lamanya menggunakan sandal jepit dalam sehari misalnya. Hanya saja ia menyarankan agar sandal jepit tidak dipakai untuk perjalanan jauh atau berlari.

Meski dianggap paling berisiko, bukan berarti para pakar juga melarang penggunaan sepatu berhak tinggi sama sekali. Beberapa hal yang disarankan ketika memakai sepatu khas pekerja kantoran ini adalah saat berada di kantor, diusahakan sepatu dilepas dan waktu yang dihabiskan untuk berdiri atau berjalan dengan sepatu ini harus dikurangi.

Para wanita juga disarankan menghindari high heels dengan hak tipis. Lebih baik pakailah wedges karena akan membuat pijakan kaki lebih lebar dan stabil. Jika masih keukeuh, pilihan terbaik untuk high heels adalah yang haknya hanya setinggi satu-dua inci saja. 

Sumber : http://health.detik.com/read/2013/08/14/133026/2329485/775/bukan-cuma-high-heels-beragam-alas-kaki-ini-juga-bisa-jadi-penyakit

0 komentar:

Awas! Salah Pilih Sepatu, Kaki Bisa Berubah Bentuk Lho

21.01 0 Comments


 
Pernahkah Anda membeli sepatu yang sebenarnya tak muat tapi dipaksakan karena modelnya yang bagus? Jika ya, maka sebaiknya jangan digunakan lagi dalam jangka waktu yang lama. Menurut pendapat dokter, kebiasaan ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan kaki.

"Kalau pakai sepatu yang kekecilan kakinya lama-lama bisa mengecil dan bentuknya jadi seperti cakar ayam. Selain itu sumbu tubuh juga terpengaruh, risikonya keseimbangan tubuh terganggu sehingga mudah jatuh," papar dr Haidir Suleiman, MM, SpRM, yang saat ini praktik di Departemen Rehabilitasi Medik RS Puri Indah saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (14/8/2013).

Bahkan selain mengubah bentuk telapak kaki dan mengganggu keseimbangan tubuh, menurut dr Haidir penggunaan sepatu yang ukurannya terlalu kecil dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan efek kaki yang menjadi mudah kram.

Sedangkan menurut dr Meidy H Triangto, Sp.KFR, selain harus memperhatikan ukuran yang pas, saat membeli dan memilih sepatu sebaiknya perhatikan juga berat dan tinggi dari sepatu atau sandal tersebut. Mengapa demikian?

"Fungsi alat kaki kan pada dasarnya untuk melindungi kaki, jadi sebisa mungkin jangan pakai alas kaki yang justru memberatkan kaki. Sebab setiap 100 gram berat alas kaki yang dipakai, kita membutuhkan tambahan energi sebesar 1 persen," ujar dr Meidy yang kini aktif praktik di Kid's Foot Rehabilitation Center RS Mitra Keluarga Kelapa Gading kepada detikHealth.

Menurutnya, aturan tersebut diterapkan oleh beberapa produsen sepatu olahraga. Jika Anda perhatikan, sepatu beberapa cabang olahraga seperti misalnya sepatu basket umumnya memiliki bagian alas yang lebih tinggi dari sepatu biasa karena atletnya dipastikan sering melompat. Selain itu, sepatu tenis juga pada bagian kiri dan kanannya lebih kuat karena atletnya dia sering bergerak ke samping.

Saran dari dr Meidy saat memilih sepatu, usahakan ujung depan sepatu sudah membentuk sudut 30 derajat saat diangkat. Sehingga saat dipakai untuk berjalan, pergerakan 'toe off'-nya sudah dibantu oleh sepatu tersebut. Pilihlah juga sepatu dengan bahan yang lembut. Akan lebih baik jika bagian dalamnya menggunakan bahan kulit yang dilapisi kain lembut.

"Yang paling penting, pilih alas kaki yang ringan, tidak terlalu pas (sedikit longgar) dan bahannya tidak membuat kaki lecet," tegas dr Meidy.

Sumber : http://health.detik.com/read/2013/08/14/155717/2329710/775/awas-salah-pilih-sepatu-kaki-bisa-berubah-bentuk-lho?l771108bcj

0 komentar:

Sepatu Mengeluarkan Bau Tidak Sedap?

20.59 0 Comments

Sepatu Mengeluarkan Bau Tidak Sedap? Kenali Sebab-sebabnya, Lalu Atasi


Melepas sepatu dan muncul bau yang tidak sedap dari kaki Anda tentu akan menjadi momen yang sangat memalukan. Jika tak ingin hal tersebut terjadi, kenali penyebabnya dan segera atasi.

"Faktornya bisa dari gampang berkeringat, tidak ada evaporasi di dalam sepatu apalagi yang berbahan plastik. Itu akan lebih baik kalau menggunakan kaos kaki," jelas dr Meidy H Triangto, Sp.KFR (Kid's Foot Rehabilitation Center) dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, saat dihubungi detikHealth, ditulis Rabu (14/8/2013).

Kulit lembab juga bisa jadi penyebab bau busuk pada kaki. Maka dari itu, banyak sepatu yang menggunakan lapisan tambahan untuk menyerap kelembaban pada kaki.

"Setiap hari kalau bisa pakai kaos kaki ya. Sepatu juga supaya tetap bersih kalau sudah kotor dicuci, jangan setiap hari juga, nanti malah rusak," tambah dr Meidy.

Penjelasan tersebut juga diamini dr Haidir Suleiman, MM, Sp.RM. Menurutnya, faktor penyebab kaki bau bisa berasal dari kelembaban, jamur, sepatu kotor, dan tidak ganti kaos kaki.

"Kalau sepatu sudah lama tidak dipakai sebaiknya nggak usah dicuci, dilap saja cukup. Kalau sepatu yang dipakai, kalau sudah kotor ya sebaiknya langsung dicuci," jelas dr Haidir Suleiman, MM, SpRM, dari Departemen Rehabilitasi Medik RS Puri Indah.

dr Haidir menjelaskan, bahan sepatu seperti kulit tidak terlalu berpengaruh membuat kaki bau. Yang paling parah justru sepatu berbahan plastik, sebab bisa membuat kaki lebih berkeringat.

Yang terpenting, gunakan sepatu yang nyaman di kaki. Bila ada kesempatan, juga ada baiknya sepatu dilepas sejenak, misal pada saat duduk di meja kantor, selesai sholat dan beristirahat.

"Misalnya kayak sepatu cowok, waktu lagi duduk bisa sepatunya dilepas biar tidak terlalu lembab kakinya. Kalau tidak pakai kaos kaki, itu juga bisa menimbulkan bau pada kaki. Saat kaki basah juga sebaiknya keringkan dulu jangan langsung pakai sepatu, karena kalau basah akan mengakibatkan jamur dan laserasi (kulit mudah robek)," tutup dr Haidir.

Sumber : http://health.detik.com/read/2013/08/14/174439/2329857/775/sepatu-mengeluarkan-bau-tidak-sedap-kenali-sebab-sebabnya-lalu-atasi

0 komentar:

Bisakah Ikan Merasa Lelah?

20.55 0 Comments

Apakah ikan pernah merasa capai? Apakah ikan bisa pingsan kelelahan?

Bisakah Ikan Merasa Lelah?Beberapa ikan di perairan tropis memiliki sistem respirasi khusus yang membuat mereka mampu bernafas pendek. (thinkstockphoto)
 
Jelas, ikan membutuhkan oksigen untuk bernafas. Maka tentu saja, ikan dapat merasakan lelah karena oksigen yang dibutuhkannya tidak tersedia cukup di lingkungan sekitarnya.
Seorang ahli biokimia dari University of British Columbia mengatakan bahwa spesies ikan di bumi ada 30.000, masing-masing memiliki kasus kelelahan yang berbeda. Ikan salmon, contohnya, akan merasa sangat kelelahan setelah berenang mengikuti arus yang cepat atau meluncur dari atas air terjun. Tapi kondisi kelelahan seekor ikan tidak akan membuatnya terengah-engah.
Jika merasa lelah, otot-otot ikanlah yang akan terasa capek, lalu kemudian kehabisan nafas.
Ikan yang hidup di perairan iklim tropis cenderung mengalami kesukaran mendapat oksigen dibanding ikan-ikan yang hidup di perairan yang dingin. Untuk beradaptasi dengan lingkungannya, ikan-ikan di perairan tropis memiliki kemampuan untuk bernafas pendek.
Ikan-ikan tersebut memiliki sistem respirasi khusus yang dinamakan “aquatic surface respiration”. Dengan respirasi itu, ikan harus berenang ke permukaan air paling atas untuk mengambil oksigen. Jenis lainnya akan melompat keluar dari air untuk “meneguk” udara.
Jika ikan merasa lelah, mereka akan berenang diam di bawah laut untuk mengumpulkan energinya kembali. Satu yang pasti, ikan tidak akan pingsan karena kelelahan.

(Sumber: Popular Science)

0 komentar:

Apakah Lautan Mulai Kehilangan Oksigen?

20.53 0 Comments

Karena perubahan suhu menyebabkan kawasan minim oksigen di lautan terus meningkat, baik secara vertikal maupun horisontal.

Apakah Lautan Mulai Kehilangan Oksigen?

Beberapa daerah di perairan dalam mulai kekurangan kadar oksigen. Akibatnya, beberapa makhluk terbunuh, atau paling tidak cara hidupnya kini berubah.
Marlin adalah salah satu contoh atlet lautan yang sempurna. Seekor marlin dapat melompat ke udara dan melintasi lautan dengan jarak tempuh luar biasa jauh untuk berburu mangsa.
Kekhasan perilaku berburu pada ikan dibangun oleh beberapa kecenderungan. Seperti suhu pemanasan air laut yang akhirnya mengurangi kadar oksigen dalam laut.
“Dua ratus meter di bawah permukaan laut, kadar oksigen begitu rendah. Berbeda dengan di permukaan,” ujar ahli biologi kelautan dari Hopkins Stanford University.
Zona mati alias minim oksigen ini memang sudah ada. Akan tetapi, zona ini terus meluas baik secara vertikal maupun horisontal. Dahulu zona mati dapat ditemui di Teluk Meksiko, kini sudah menyebar si sebagian wilayah Pasifik Timur. Teluk Benggala, wilayah Atlantik, hingga lepas pantai Afrika Barat ikut menjadi kawasan minim oksigen.
Secara global, daerah rendah oksigen ini telah meluas lebih dari 4,5 juta kilometer persegi dalam 50 tahun terakhir. Fenomena ini disebabkan pemanasan global serta pengasaman laut. Akibatnya, rantai makanan spesies laut ikut terganggu.
Perdebatan tentang seberapa besar kerugian meluasnya kawasan minim oksigen di laut ini terus berkembang. Namun, dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim telah mempercepat pengurangan kadar oksigen di lautan dan dipastikan memberikan kerugian besar.
Ikan, cumi-cumi, gurita, kepiting, dan semua spesies laut tentu membutuhkan oksigen. Sayangnya, oksigen bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan karena beragam faktor.
Munculnya oksigen di lautan terjadi karena dua cara, yakni fotosintesis atau percampuran udara dengan air yang disebabkan angin dan gelombang.
Perluasan kawasan zona mati disebabkan karena dorongan suhu. Air hangat akhirnya menyebabkan oksigen larut. 

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/03/apakah-lautan-mulai-kehilangan-oksigen

0 komentar:

Andalkan Gadget, Tumpulkan Otak

20.52 0 Comments

Terlalu sering mengandalkan handphone dalam kegiatan sehari-hari akan membuat Anda malas.

Andalkan Gadget, Tumpulkan Otak (Thinkstock, ilustrasi)
Dunia saat ini seolah bisa diraih dengan ujung jari. Semua berkat berkat ponsel pintar andalan Anda. Akan tetapi apa dampaknya bagi otak? Sepertinya tidak begitu baik.
Ketika sedang di restoran, mungkin ada di antara Anda yang harus membayar harga makanan ditambah dengan biaya pajak. Jumlah pajak itu tidak tertera, namun Anda harus menghitungnya sendiri. Lantas, apakah Anda langsung mengandalkan kalkulator di ponsel?
Bila Anda melakukannya, ada peluang bahwa Anda memiliki risiko menjadi malas. Bahkan ada kemungkinan Anda bisa menjadi kurang cerdas.
Peneliti dari University of Waterloo di Kanada menguji tiga kelompok yang terdiri dari 200 orang. Fokusnya adalah menilai kemampuan kognitif dan keterampilan penalaran untuk menentukan gaya berpikir mereka, apakah intuitif (keputusan berdasarkan perasaan) dan analitis (secara logika berujung pada solusi).
Partisipan kemudian diminta untuk melaporkan kebiasaan menggunakan smartphone mereka.
Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Computers and Human Behavior. Hasilnya, pemikir intuitif lebih sering menggunakan ponsel untuk memecahkan masalah (seperti menghitung tip dengan kalkulator atau mencari jawaban melalui website tertentu) dibandingkan dengan mereka yang memiliki kemampuan berpikir analitis yang memecahkan masalahnya sendiri.
Sementara ketidakpastian menjadi faktor pendorong, kemalasan menjadi alasan utama seseorang menggunakan ponsel, demikian penuturan dari penelitian tersebut.
"Setelah bertahun-tahun mengandalkan ponsel yang berpikir untuk Anda, mungkin Anda cenderung jarang berpikir bagi diri sendiri dalam situasi tertentu saat tidak bisa mengandalkan ponsel. Anda bisa saja memberi jawaban tidak tepat atau malah menyerah," terang peneliti pasca-doktoral di University of Waterloo, Nathaniel Barr.
Ia juga menekankan bahwa efek dari ponsel terhadap intelegensi dan kognisi hanya bersifat spekulatif dan membutuhkan penelitian lanjutan.
Meskipun demikian, penulis studi yang juga kandidat PhD di University of Waterloo, Gordon Pennycook menuturkan bahwa menjadi pemikir intuitif tak berarti hidup Anda penuh dengan kemalasan dan bergantung pada ponsel. Menjaga pikiran tetap aktif dengan memainkan permainan otak dapat menjadi pilihan bagus untuk memastikan ponsel memberi waktu seimbang di tangan dan di saku Anda.
"Kita perlu menentukan apa keseimbangan yang baik antara mengandalkan gadget dan mengandalkan otak kita," kata Pennycook.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/03/andalkan-gadget-tumpulkan-otak

0 komentar:

Rekor Terburuk Dampak Pemanasan Global di Laut Artik

20.51 0 Comments

Cuaca panas yang tidak biasa di Alaska dan Rusia merupakan penyebab tingginya luas lelehan es di Laut Artik.

Rekor Terburuk Dampak Pemanasan Global di Laut Artik
Dalam musim dingin tahun ini, lapisan es di Laut Artik tercatat mencapai luas 14,5 juta kilometer persegi menurut Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) dari Universitas Kolorado di Boulder.
Luas ini adalah yang terendah sejak 1979, ketika untuk pertamakalinya dilakukan pencatatan dengan satelit untuk mengukur luas lapisan es di sana.
NSIDC menyatakan tingkat maksimum lapisan es di kawasan ini telah tercapai pada tanggal 25 Februari tahun ini dan kini lapisan es mulai mencair seiring musim semi.
Jumlah yang tercatat pada akhir Februari adalah 130.000 kilometer persegi lebih rendah ketimbang rekor sebelumnya, yang tercatat pada tahun 2011.
Para ilmuwan percaya bahwa cuaca panas yang tidak biasa di Alaska dan Rusia berpengaruh terhadap berkurangnya lapisan es.
Peneliti masih akan mengumpulkan data rerata bulanan, yang dipercaya bisa menjadi indikator lebih baik untuk melihat dampak perubahan iklim.
Menanggapi data ini, Alexander Shestakov, Direktur WWF Global Arctic Programme, mengatakan, "Ini bukan rekor yang bisa dibanggakan."
Menurutnya lapisan es yang rendah dapat menyebabkan reaksi yang dapat 'mengancam Artik dan bahkan seluruh bumi.'
Dalam penelitian baru-baru ini, lapisan es di Laut Artik telah menipis 65% antara 1975 hingga 2012.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/03/rekor-terburuk-dampak-pemanasan-global-di-laut-artik

0 komentar:

Karya Lukis Ramah Lingkungan

20.48 0 Comments

"Alam memang hanya menyediakan warna terbatas. Tapi melukis juga tidak perlu banyak warna."

Karya Lukis Ramah LingkunganAang, pelukis di Sukajadi, Prabumulih memanfaatkan bawah pewarna alami untuk menghasilkan karya lukis. Lukisannya telah laris di pasar domestik dan mancanegara. (Yunaidi/National Geographic Indonesia)
Sapuan kuas itu bergerak santai di selembar kertas putih. Tidak ada gores keraguan dari tangan Aang Sungkawa. Di halaman belakang rumahnya di Sukajadi, Prabumulih, Sumatra Selatan, siang itu Aang melukis dengan pewarna alami.
Tangan kanannya menggoreskan kuas, tangan kirinya memegang semangkuk tanah berwarna kuning. Dua mangkuk yang lain berisi larutan tanah cokelat dan arang kayu. Semua warna itu dilarutkan dengan air.
Berbekal tiga warna dari alam itulah, Aang melahirkan karya-karya lukisannya. Proses kreatif itu lahir dari ketekunan Aang dalam mencari bahan pewarna yang lahir di alam.
Bagi Aang, alam telah menyediakan segala kebutuhan manusia. "Termasuk kebutuhan estetika. Dengan bersahabat dengan alam, Tuhan akan memberi jalan. Kita hanya tinggal belajar sedikit saja."
Warna-warna alam tidak secermerlang cat sintentik buatan pabrik. "Alam memang hanya menyediakan warna terbatas. Tapi melukis juga tidak perlu banyak warna."
Warna dari bahan alami juga selaras dengan retina mata manusia. "Setelah bekerja di depan komputer berjam-jam, coba lihat warna bunga dan pepohonan. Mata akan terasa nyaman. Itu karena pigmen alami sesuai dengan retina kita," paparnya.
Di balik kerja kreatifnya, Aang memiliki keyakinan yang agung tentang hubungan alam dengan manusia. Sebagai seniman, kepuasan Aang bukan saat lukisannya terjual dengan harga mahal. Kebanggaannya terletak pada karya lukis yang ramah lingkungan dan bebas racun. "Sebagai seniman, saya harus membuat karya yang tidak meracuni, yang ramah lingkungan."
Karya Aang belum banyak dikoleksi oleh masyarakat. Di Sumatra Selatan, lukisan Aang telah dikoleksi oleh Gubernur Alex Noerdin, Bupati Muara Enim, dan beberapa staf PT Pertamina EP.
Kreativitas Aang memang melampui zaman dan masyarakatnya. Karena itu, tidak mudah untuk memasarkan hasil karyanya. "Saya tidak berorientasi pada pasar."
Aang meyakini bahwa jika bersahabat dengan alam, jalan akan membentang luas. "Alam akan memberi jalan," ungkap pria yang juga berkiprah di Dewan Kerajinan Nasional Prabumulih ini.
Dan, kesempatan itu datang juga. Pada pameran karya seni House of Indonesia di Jiexpo, PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Oktober lalu, karya Aang memikat banyak orang. "Acaranya mendadak. Saya mengepak lukisan hingga dini hari. Dijemput Pertamina, lalu berangkat."
Bersama Sutijak dari PT Pertamina EP Prabumulih Field, Aang memboyong 25 lukisannya. Para pengunjung terpikat karya seni Aang. Bahkan, pengunjung dari Belgia dan Uni Emirat Arab membeli semua lukisannya.
Dari kerja kreatif yang memanfaatkan bahan-bahan alami, karya Aang kini menembus mancanegara. Dari bahan-bahan terbuang, terciptalah karya bernilai tinggi.
Aang menyatakan, capaiannya itu tak lepas dari perjumpaannya dengan PT Pertamina EP. "Alhamdullilah saya ketemu dengan PT Pertamina EP. Saya orang kreatif, di Prabumulih mau ke mana...."
Sejak 2008, Aang berkesempatan berbagi ketrampilan dengan warga di sekitar wilayah kerja PT Pertamina EP Prabumulih. Aang menjadi pelatih dalam berbagai forum pelatihan untuk membuat karya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang terbuang.
Tidak hanya bebas menumpahkan kreativitas, kiprahnya bersama PT Pertamina EP juga membawa perubahan dalam ekonomi Aang. Dia kini memiliki sekapling tanah, rumah dan bisa mejamin pendidikan anaknya. "Dari sebotol tanah [untuk melukis] bisa menjadi sekapling tanah," kelakarnya.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/02/karya-lukis-ramah-lingkungan

0 komentar:

Laki-laki Memang Lebih Pelupa dari Perempuan

20.47 0 Comments

Penelitian menunjukkan bahwa ternyata laki-laki jauh lebih pelupa daripada perempuan, terlepas dari usia mereka.

Laki-laki Memang Lebih Pelupa dari Perempuan (Asep Sambas/Fotokita.net)
Usia pasangan sebenarnya masih muda, tapi kok pelupa banget ya? Sudah ingatkan berkali-kali tapi masih saja lupa tanggal pernikahan, tanggal ulang tahun, atau nama teman-teman Anda. Tak perlu buru-buru kesal dan marah, karena sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ini bukanlah kesengajaan.

Penelitian menunjukkan bahwa ternyata laki-laki jauh lebih pelupa daripada perempuan, terlepas dari usia mereka. Pada kenyataannya, peneliti pun juga dikejutkan oleh betapa pelupanya para laki-laki ini.

"Selain lebih pelupa, yang lebih mengejutkan ternyata sifat pelupa para pria tidak mengenal usia, bisa saja dialami pada mereka yang berumur 30 atau 60 tahun," ungkap Profesor Jostein Holmen dari Norwegian University of Science and Technology.

Profesor Holmen dan timnya memberikan sembilan pertanyaan tentang seberapa banyak mereka bisa mengingat hal-hal tertentu. Mereka juga diminta untuk mengungkapkan seberapa sering mereka mengalami kesulitan mengingat sesuatu, nama dan tanggal, dan hal-hal yang yang terjadi selama satu tahun belakangan. Penelitian ini dilakukan terhadap 48 ribu orang di Norwegia.

Hasilnya ternyata pria melaporkan bahwa mereka mengalami delapan dari sembilan masalah ingatan ini. Sementara perempuan memiliki ingatan yang jauh lebih baik, laki-laki harus berjuang untuk mengingat nama dan tanggal.

Masalah lupa ini ternyata juga dipengaruhi oleh pendidikan. Orang yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi ternyata berisiko lebih kecil untuk jadi pelupa. Orang-orang yang menderita kecemasan parah serta depresi ternyata juga bisa jadi lebih pelupa.

"Kami telah berspekulasi tentang hal ini.Namun sayangnya kami belum bisa menemuan penjelasan secara ilmiah. Sebagai penelitian lanjutan, kami mencoba menentukan apakah ada hubungannya antara lupa di masa muda dengan demensia di usia tua," papar Holmen.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/02/laki-laki-memang-lebih-pelupa-dari-perempuan

0 komentar:

Mitos dan Sejarah di Balik Patung Pancoran

20.46 0 Comments

Mengulik lagi cerita mitos dan cerita bersejarah Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta.

Mitos dan Sejarah di Balik Patung PancoranPatung Dirgantara atau yang lebih dikenal sebagai Patung Pancoran, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. (Agus Susanto/KOMPAS)
Sosok lelaki berotot kekar dengan tangan terulur ke depan seolah menunjuk ke sebuah arah, akan terlihat jelas setiap orang melintasi jembatan layang di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Berbalut awan putih atau langit senja, sosok setinggi 11 meter itu dengan tiang penyangga menjulang 27 meter tersebut, menjadi pemandangan yang sejenak mengalihkan perhatian dari sesaknya jalanan di kawasan ini. Orang-orang menyebutnya Patung Pancoran.

"Nama aslinya adalah patung Dirgantara," kata Hubertus Sadirin, ahli konservatori dari Balai Konservasi Dinas Pariwisata, Sabtu (6/9). Patung ini dibuat oleh pematung Indonesia, Edhi Sunarso, pada 1964-1965.

Dibangun pada era pemerintahan Presiden Soekarno, papar Sadirin, patung ini dibangun untuk menunjukkan kekuatan, kepemimpinan, dan kemegahan Indonesia di udara, di dirgantara. Bila cermat diamati, lanjut dia, lokasi patung ini berada tepat di depan Markas Besar Angkatan Udara.

Pose Bung Karno

Namun, pembuatan patung tersebut juga melibatkan antara lain keluarga Arca Yogyakarta, perusahaan Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono, dan PN Hutama Karya dengan Sutami sebagai arsitek pelaksana.

"Model patung ini adalah Bung Karno (Soekarno, red). Beliau memeragakan posenya. Namun, wajah patungnya adalah Pak Edhi," tutur Sadirin.

Patung Pancoran dibuat dengan bahan perunggu. Adapun tiang penyangganya berbahan beton. Total bobot patung ini mencapai 11 ton. Dengan bahan tersebut, biaya pembuatannya pun tak murah tetapi Sadirin tak bisa menyebutkan nominal biaya yang tepat.

Sekalipun memiliki filosofi dan makna yang positif serta harapan tinggi akan kedirgantaraan Indonesia, proses penyelesaian patung sempat terkendala peristiwa G30S pada 1965. Apalagi, saat itu kondisi kesehatan Bung Karno juga terus menurun. "Ini adalah patung terakhir yang digagas ide cemerlang dan idealisme Bung Karno."

Mitos ujung jari

Beragam mitos pun membalut patung ini, salah satunya adalah mitos ujung jari. Patung ini berdiri menghadap utara. Jarinya pun menunjuk ke arah yang jauh.

Arah jari menunjuk tersebut diyakini oleh sebagian kalangan sebagai penunjuk lokasi kekayaan rahasia milik Bung Karno. Namun, kalangan lain berpendapat arah telunjuk itu mengarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Ada pula yang berpendapat ujung jari ini merupakan perlambang sapaan dan sambutan bagi orang-orang yang baru tiba di Jakarta melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.

"Mitos itu bukan berdasar kajian ilmiah," tegas Sadirin. "Pak Edhi sendiri sempat cerita kalau tidak ada indikasi seperti itu. Patung ini kan adanya di belakang markas AU jadi ya gambarannya untuk memimpin penerbangan Indonesia agar lebih maju," papar dia.

Patung yang tak rampung

Sadirin mengungkap satu hal lagi yang tak banyak diketahui publik. "Patung ini sebenarnya belum jadi. Sampai sekarang."

Bila dilihat dari kejauhan, kata Sadirin, patung ini seolah sudah sempurna dan tak beda dengan patung karya Edhi lainnya. Patung lain itu antara lain patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Namun, lanjut Sadirin, bila diamati lebih dekat, patung Pancoran akan terlihat permukaannya masih kasar dan kentara banyak tambalan las penyambung satu bagian dengan bagian lain.

"Dulu, ketika membuat patungnya, pak Edhi mengumpulkan semua barang-barang yang terbuat dari perunggu kemudian dilebur, dan beberapa bagian lainnya disambung. Makanya kesannya jadi kasar," papar Sadirin.

Meski menyebut patung itu belum rampung, Sadirin mengatakan tak ada rencana untuk merampungkan patung itu. "Karena dari awal sudah begini maka kami hanya menjaga cagar budaya ini sesuai bentuk aslinya," kata dia.

Selain belum rampung, patung yang satu ini juga ternyata tak pernah diresmikan. Saat patung sudah berbentuk seperti sekarang, Bung Karno telah meninggal.

"Rencananya, setelah patung dibersihkan, kami akan membuat laporan sekaligus mengajukan gagasan untuk meresmikan patungnya," kata Sadirin. "Ini kan benda cagar budaya. Jadi akan lebih baik kalau diresmikan."

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/mitos-dan-sejarah-di-balik-patung-pancoran

0 komentar:

Fakta Ilmiah Keunggulan Perempuan Dibandingkan Laki-laki

20.46 0 Comments

Tim peneliti menemukan fakta ilmiah pada dua penelitian yang membuktikan bahwa perempuan lebih multi talenta dibandingkan laki-laki.

Fakta Ilmiah Keunggulan Perempuan Dibandingkan Laki-laki (Ilustrasi, Thinkstock)
Apakah benar, perempuan terbukti secara ilmiah lebih hebat dibandingkan laki-laki? Pertanyaan ini sering dipertanyakan oleh perempuan di dunia. Meski didera tak percaya diri atas kemampuannya, ternyata penelitian ilmiah justru memberikan fakta mengejutkan kalau perempuan justru lebih hebat.
Berikut ini fakta-fakta keunggulan perempuan terhadap laki-laki.
Perempuan lebih multi talenta daripada laki-laki
Tim peneliti psikologi asal Inggris, menemukan fakta ilmiah pada dua penelitian yang membuktikan bahwa perempuan lebih multi talenta dibandingkan laki-laki. Pada eksperimen pertama, mereka bertanya pada laki-laki dan perempuan untuk memperagakan pekerjaan berbeda di komputer. Contohnya, menghitung dan menebak bentuk. Peneliti menemukan kalau laki-laki lebih lambat mencari dan berhitung dibanding perempuan. Sedangkan eksperimen kedua, mereka minta dua grup mencari restoran di peta dan mencari kunci yang hilang di lapangan bersamaan dengan berhitung matematika yang sederhana dan berbicara lewat telepon genggam. Perempuan bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan selama delapan menit dan sempurna dengan metode dan manajerial lebih baik dibanding laki-laki.
Tingkat imunitas perempuan lebih tinggi dari laki-laki
Tingkat imunitas perempuan lebih kuat dibandingkan dengan laki-laki. Berdasarkan penelitian dari Universitas Ghent, kromosom X tambahan pada perempuan berarti kita punya lebih banyak microRNA. MicroRNA berfungsi sebagai penguat sistem imun dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian juga menemukan bahwa hormon estrogen diperkaya enzim bernama Caspase-12 yang bisa membantu imunitas. Kemudian Profesor Katsuiku Hirokawa dari Jepang, menemukan bahwa sistem imun perempuan mengalami penuaan lebih lama dari cowok. Hal ini yang menyebabkan perempuan lebih berumur panjang dibanding laki-laki. Penelitian itu juga menemukan kalau hormone testoteron yang banyak pada laki-laki bisa mengurangi respon imun. Dengan demikian, laki-laki gampang terserang penyakit daripada perempuan.
Stres membuat perempuan lebih peduli
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Psychoneuroendocrinology, perempuan di bawah tekanan stres lebih peduli dengan sekitar. Sedangkan saat stres, laki-laki bersikap lebih egois dan sulit memahami orang lain di sekitarnya. Menurut Giorgia Silani, kepala penelitian tersebut, sikap peduli perempuan disebabkan karena saat stres mereka lebih sering bersosialisasi untuk mencari dukungan dan pertolongan. Sedangkan laki-laki lebih suka mencari solusi atau menyelesaikan masalahnya sendiri. Selain itu faktor hormon juga berperan. Hormon oksitosin pada perempuan terproduksi lebih saat stres, sehingga tubuh secara alami membuat perempuan lebih bersosialisasi dari laki-laki.
Perempuan lebih bisa mengenali warna lebih detail ketimbang laki-laki
Menurut ilmuwan terkenal bernama Israel Abramov, perempuan bisa melihat perbedaan warna jauh lebih baik daripada laki-laki. Dalam penelitian manusia yang selama setengah abad, Israel menemukan kalau laki-laki lebih baik melihat objek walau bergerak jauh dari padangan, perempuan lebih baik saat mengidentifikasi perbedaan tonasi warna walau hanya beberapa persen. Soalnya, laki-laki sejak dulu melakukan perburuan untuk mencari makan. Tapi perempuan mencari dan mendeteksi buah atau sayuran yang sudah matang di kebun. Makanya, mengapa perempuan lebih jago soal padu-padanan pakaian dibanding laki-laki mungkin karena perempuan lebih pintar menilai soal warna. Bahkan, ada beberapa perempuan di dunia yang punya kemampuan tetrachromats. Perempuan bisa mengenal 100 juta jenis warna berbeda. Karena tipe pengerucutan pada retina mereka terbagi menjadi tiga. Hal ini yang membantu otak mengkombinasikan lebih banyak warna.
Lebih mudah mendeteksi laki-laki selingkuh
Kalau laki-laki selingkuh dari pacarnya, berarti dia harus hati-hati. Soalnya, hasil penelitian membuktikan perempuan bisa mendeteksi saat pasangannya selingkuh hanya dari melihat wajahnya. Selain itu, peneliti asal Universitas Australia juga melakukan penelitian kepada 34 perempuan untuk melihat beberapa foto yang berbeda dan mengidentifikasi laki-laki mana yang tidak setia. Hasil penelitiannya mengejutkan, 62 persen menebak dengan sempurna dan sisanya mendekati sempurna. Dan nol persen korespondensi yang gagal menebak laki-laki tidak setia lewat foto.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/05/fakta-ilmiah-keunggulan-perempuan-dibandingkan-laki-laki

0 komentar:

Wanita Pertama yang Dibunuh karena Penelitian Ilmiah

20.45 1 Comments

Hypatia, perempuan pertama dalam sejarah yang dibunuh karena melakukan penelitian Ilmiah.

Wanita Pertama yang Dibunuh karena Penelitian Ilmiah 
 
Mungkin tidak banyak yang mengenal nama Hypatia. Ia adalah perempuan pertama dalam sejarah yang dibunuh karena melakukan penelitian Ilmiah. Mengutip kalimat Fernando Baez dalam bukunya Penghancuran Buku dari Masa ke Masa,mempelajari Hypatia adalah mempelajari masa-masa kehancuarn Alexandria alias Iskandariyah, Mesir.
Hypatia adalah putri tercantik Theon, pustakawan Alexandria, yang lahir pada 355. Theon sendiri terkenal sebagai seorang sarjana yang telah menghasilkan risalah mengenai geometri dan musik. Tapi Hypatia ternyata lebih unggul dari ayahnya dalam segala hal. Ia memiliki pengetahuan lengkap, mulai dari ilmu astronomi, matematika, filfasat, dll.
Beberapa karya yang berhasil ditelurkan Hypatia adalah Tanggapan atas Aritmatika Diofantus, Tanggapan atas Konik Apollonius, juga sebuah edisi dari buku ketiga naskah yang ditulis ayahnya untuk menjelaskan Almagest Ptolemeus. Sayang sekali, hanya sedikit dari tulisan-tulisan tersebut yang masih ada; karya-karya Hypatia habis dimusnahkan oleh orang-orang yang iri dengan kecermelangannya.
Hypatia juga seorang pengajar yang penuh pengabdian. Ia membuka kelas-kelas untuk satu kelompok murid pemula; ajaran Neoplatonisme—cara pikir Hypatia sangat dipengaruhi oleh Plato dan Plotinus—yang dianutnya membangkitkan kembali pelajaran geometri. Dari beberapa literatur disebutkan, banyak orang memohon-mohon untuk bisa hadir di kelas-kelas yang diselenggarakan oleh Hypatia.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/02/wanita-pertama-yang-dibunuh-karena-penelitian-ilmiah

1 komentar:

Situs Bersejarah Terancam

20.44 0 Comments

Keraton memiliki situs di luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa situs kondisinya mengkhawatirkan.

Situs Bersejarah Terancam

Sejumlah situs bersejarah milik Keraton Yogyakarta yang terletak di luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kondisi mengkhawatirkan. Bahkan, salah satu situs bersejarah di sekitar Gunung Lawu, Jawa Tengah, terancam dibongkar karena warga sekitar ingin menjual lahan tempat situs berada.
"Keraton Yogyakarta memiliki puluhan situs yang berada di luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekarang, beberapa situs kondisinya mengkhawatirkan karena sejumlah masalah," kata Parentah Hageng Keraton Yogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung Yudahadiningrat dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Jumat (20/2), di Yogyakarta.
Yudahadiningrat menjelaskan, saat Keraton Yogyakarta berdiri pada 13 Maret 1755, wilayah kerajaan itu mencapai Mojokerto, Jawa Timur. Namun, karena berbagai sebab, wilayah kekuasaaan Keraton Yogyakarta menyusut.
"Meski begitu, sejumlah situs bersejarah di wilayah bekas kekuasaan Keraton Yogyakarta itu masih kami pelihara karena nilai historisnya," katanya.
Tersebar
Menurut Yudadiningrat, situs bersejarah milik Keraton Yogyakarta antara lain tersebar di sejumlah kabupaten atau kota di Jawa Timur, misalnya Mojokerto, Pacitan, dan Madiun, serta beberapa wilayah di Jawa Tengah, antara lain Karanganyar dan Wonogiri. Hingga saat ini, Keraton Yogyakarta menempatkan abdi dalem untuk menjaga dan membersihkan situs.
Namun, minimnya perhatian Pemerintah Provinsi DIY membuat kondisi sejumlah situs mengkhawatirkan Yudahadiningrat mencontohkan, situs petilasan Raja Majapahit Prabu Brawijaya V di sekitar Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, kini terancam dibongkar. Lahan tempat situs itu berdisi diklaim warga dan akan dijual. "Kalau lahannya dijual, tentu bangunan situs akan dibongkar. Saya baru dapat informasi ini dua pekan lalu," ujar Yudahadiningrat.
Anggota DPRD DIY, Hery Sumardianto, mengatakan, Pemprov DIY harus memperhatikan pelestarian situs bersejarah itu. Situs-situs tersebut bagian dari sejarah sekaligus penanda keistimewaan DIY. "Perlu kerja sama dengan pemkab untuk pelestarian," katanya. Untuk dananya, DIY bisa menggunakan dana keistimewaan.

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/02/situs-bersejarah-terancam

0 komentar: