Cara Membedakan Lemak Baik dan Lemak Jahat

19.49 0 Comments

 Lemak merupakan musuh terbesar bagi Anda yang sedang susah payah mengikuti pola makan dalam berdiet. Selain menambah berat badan yang tidak sehat, lemak pada makanan juga dapat memicu penyakit yang membahayakan nyawa, seperti jantung dan darah tinggi. Kenyataan ini tidak lantas membuat Anda perlu menghindari makanan berlemak sama sekali, karena lemak pun sangat diperlukan tubuh. Fungsi baik dari lemak adalah membantu tubuh melakukan penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
Sisi baik dan buruk lemak yang diterima oleh tubuh bergantung pada Anda masing-masing dalam menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh. Lemak yang dapat diserap tubuh terbagi menjadi dua, yaitu:
Lemak jenuh
Kandungan lemak jenuh biasanya dapat diperiksa terlebih dahulu pada kemasan makanan dan dicantumkan sebagai saturated fat. Ciri dari lemak jenuh adalah kemampuannya untuk mengeras jika didiamkan pada suhu ruang. Lemak jenuh biasanya paling banyak terdapat dalam produk berbasis hewani, seperti susu, keju, dan mentega. Daging-dagingan juga mengandung lemak jenuh, terutama daging merah. Daging unggas maupun ikan juga mengandung lemak jenuh dalam jumlah sedikit. Pada produk nabati, lemak jenuh biasa ditemukan di dalam minyak, seperti minyak kelapa sawit maupun minyak kelapa.
Bahaya dari mengkonsumsi lemak jenuh terlalu banyak adalah terjadinya berbagai penyakit, seperti:
  • Kerusakan pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis.
  • Meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit arteri koroner.

Lemak tak jenuh
Lemak tak jenuh atau unsaturated fat tidak dapat mengeras seperti lemak jenuh. Lemak tak jenuh justru diperlukan tubuh karena mampu memperbaiki kadar kolesterol. Sumber lemak tak jenuh ini dapat diperoleh dari minyak zaitun, minyak kacang, buah alpukat, dan kacang-kacangan.
Berikut beberapa jenis unsaturated fat beserta fungsinya:
Monounsaturated fat
Fungsi: Menurunkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan risiko gangguan kesehatan jantung.
Konsumsi jenis lemak tak jenuh ini dapat diperoleh dari minyak kanola, minyak zaitun, dan minyak kacang.
Polyunsaturated fat
Dibagi menjadi dua jenis, yaitu 3 fatty acids dan omega-6 fatty acids. Jenis lemak tak jenuh ini banyak terdapat di dalam minyak wijen, minyak kedelai, minyak jagung, ikan salmon, dan ikan sarden.
Lemak trans
Lemak trans merupakan hasil lemak yang telah melalui hidrogenasi. Sama dengan lema jenuh, lemak ini pun berpotensi meningkatkan kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Lemak trans banyak terdapat dalam makanan olahan, camilan keripik dan biskuit, serta margarin.

Ditulis oleh: dr. Witri Rahmania
Sumber: www.meetdoctor.com

0 komentar: