Mengapa Amerika Disebut Negara Paman Sam?

23.05 0 Comments

Samuel Wilson, pria yang namanya diabadikan menjadi simbol bagi negara Amerika Serikat

Kalian pasti sering mendengar ungkapan bahwa Amerika Serikat adalah negeri “Paman Sam”. Sebenarnya asal mula julukan untuk negara adikuasa tersebut diambil dari nama seorang lelaki asal Massachusetts bernama Samuel Wilson.
Nah memangnya apa yang dilakukan Samuel sehingga namanya menjadi sangat terkenal dan menjadi sebuah simbol? Ayo simak kisahnya!
Samuel Wilson lahir pada tanggal 13 Semptember 1766 di Massachusetts, Amerika Serikat. Pada umur 14 tahun ia mendaftar sebagai seorang sukarelawan dan berjuang sebagai tentara untuk membela negaranya.
Namun setelah dewasa ia berhenti menjadi tentara dan memilih untuk membuka usaha daging kemasan. Samuel terkenal sebagai penyuplai daging untuk kesatuan tentara Amerika.
Untuk menyuplai daging, Samuel mengemasnya dalam tong-tong kayu dan selalu diberi cap bertulisakan “U.S” yang artinya tentu saja adalah United States (Amerika Serikat).
Namun rupanya di lingkungan tentara, orang-orang lantas suka bercanda bahwa arti dari inisial U.S adalah Uncle Sam, yang berarti Paman Sam (diambil dari nama Samuel), sang penyuplai daging.
Julukan Uncle Sam ini menjadi populer dengan cepat di kalangan tentara dan pejuang, hingga menarik perhatian para jurnalis yang kemudian menuliskannya di koran-koran Amerika.
Tak ketinggalan pula seorang kartunis terkenal Amerika saat itu, Thomas Nast, menggambarkan sosok Paman Sam dengan figur seorang lelaki tua yang tegap dan tinggi berjenggot putih, mengenakan pakaian bermotif bintang dan garis (pola bendera negara Amerika Serikat).
Demikianlah, hingga saat ini Amerika Serikat pun dikenal pula dengan sebutan negara Paman Sam, berkat Samuel Wilson si penyuplai daging kemasan.
Samuel sendiri meninggal dunia pada tahun 1854 pada usia 88 tahun dan dimakamkan di New York, sehingga kota tersebut dikenal dengan sebutan “Rumah Paman Sam”.

Sumber : http://sains.me/2168/mengapa-amerika-disebut-negara-paman-sam.html/

0 komentar: