Ketika Suku Paling Terisolasi di Hutan Amazon Menampakan Diri

20.08 0 Comments



Hutan Amazon di Amerika Latin masih menyimpan banyak misteri bagi wisatawan. Salah satunya adalah Mashco-Piro, suku yang paling terisolasi di sana. Tapi kini, mereka mulai berani menampakan diri karena hutannya mulai rusak!

Dilansir dari AFP, Jumat (20/3/2015) Suku Mashco-Piro mendiami wilayah Madre de Dios di Kota Puerto Maldonado, Peru. Wilayahnya berbatasan dengan Brasil dan Bolivia. Serta, masih didominasi oleh hutan Amazon.

Suku Mashco-Piro tinggal di pedalaman hutan Madre de Dios. Sejak ratusan tahun, mereka enggan keluar hutan untuk berinteraksi dengan dunia luar. Mereka hidup di dalam hutan, dengan berburu dan tanpa menggenakan pakaian. Pria dan wanitanya hanya menggenakan cawat saja, bahkan yang wanita masih bertelanjang dada.

Masyarakat Madre de Dios yang sering masuk ke dalam hutan beberapa kali sering bertemu suku Mashco-Piro. Pertemuannya biasanya baik-baik saja, meski bahasa mereka tidak dimengerti. Kadang, orang-orang yang bertemu suku Mashco-Piro memberikan pakaian dan makanan.

Tapi sayang, 5 tahun ke belakang suku Mashco-Piro malah bertindak agresif. Pada 2010, mereka melukai seorang remaja dengan tombak dan di 2012 membunuh seorang pemandu wisata lokal dengan panah.

Di bulan Desember kemarin, Suku Mashco-Piro menyerang dua desa kecil. Mereka menyerang penduduk dengan busur panah, membunuh binatang ternak dan merampas makanan. Kementerian Kebudayaan Peru sampai-sampai mengeluarkan peringatan, kalau bertemu Suku Mashco-Piro bepotensi membahayakan nyawa!

Seperti peribahasa ada asap ada api, suatu masalah pasti sebabnya. Kepala Isolated Indigenous Peoples Unit (yang menangani suku-suku terisolasi) dari Kementerian Kebudayaan Peru, Lorena Prieto berpendapat sikap agresif suku Mashco-Piro karena hutan mereka sudah dirusak

 "Ada kemungkinan mereka seperti itu karena penebangan liar dan penambangan emas ilegal yang merusak wilayah mereka," katanya.

Fakta menunjukan, penebangan liar dan penambangan emas ilegal telah menghancurkan 55 ribu hektar hutan di Madre de Dios. Tak heran, kehidupan Suku Mashco-Piro jadi terancam.

"Kita masih mencari tahu penyebab lainnya mengapa mereka keluar dari wilayahnya dan mulai kontak dengan masyarakat sekitar. Jika ada penyakit atau terluka, pasti kita bantu," tegas Preito.

Pemerintah Peru lewat Kementerian Kebudayaan, mulai melakukan pendekatan dengan Suku Mashco-Piro. Satu hal yang jadi kendala adalah soal bahasa, maka pemerintah akan meminta bantuan Suku Yine yang masih kerabat terdekat dari suku Mashco-Piro. Tapi jikalau mereka menolak untuk dibantu, maka pemerintah tidak akan memaksakan.

"Suku yang terisolasi memiliki hak yang dilindungi PBB, termasuk hak untuk tetap hidup terisolasi dan negara wajib menghormati dan melindungi," ucap Prieto.

Sebenarnya, akar persoalannya bukanlah tindakan agresif Suku Mashco-Piro yang melukai masyarakat. Tapi yang harus dikecam dan dihukum adalah para pelaku penebangan liar dan penambangan emas ilegal. Mereka telah membabat hutan serta membuat Suku Mashco-Piro terancam. Toh, siapa sih yang suka kalau rumahnya dirusak orang lain?

Sumber : http://travel.detik.com/read/2015/03/20/161006/2864902/1382/ketika-suku-paling-terisolasi-di-hutan-amazon-menampakan-diri?

0 komentar: